Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian PUPR Minta Pengembang Tetap Jaga Kualitas Rumah

Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) meminta asosiasi pengembang untuk mengawasi anggotanya.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 September 2020  |  11:59 WIB
Anak-anak bersepeda melintas di depan rumah kompleks perumahan bersubsidi di Desa Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Aceh./Antara - Irwansyah Putra
Anak-anak bersepeda melintas di depan rumah kompleks perumahan bersubsidi di Desa Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Aceh./Antara - Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) meminta kalangan pengembang untuk terus menjaga kualitas rumah.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan pemerintah mendukung relaksasi dalam rangka peningkatan pelayanan tetapi tidak dalam kualitas rumah.

Oleh karena itu, kalangan asosiasi diminta untuk memonitoring anggotanya agar selalu menjaga kualitas rumah dan berlomba dalam mengikuti perkembangan digital untuk peningkatan perkembangan pembiayaan perumahan ke depan.

“Era digital tidak bisa ditinggalkan. Semua asosiasi harus hijrah agar ramah dengan teknologi dan mampu mengikuti perkembangan aplikasi dan menginput semua datanya ke SiKumbang, karena gerbongnya adalah pengembang,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (5/9/2020).

Berdasarkan dashboard management control PPDPP per 2 September 2020 tercatat REI merupakan asosiasi pengembang dengan anggota terbanyak yang telah memasukkan data lokasinya ke aplikasi SiKumbang, yaitu sebesar 5.261 lokasi perumahan.

Apersi mengikuti dengan anggota yang telah memasukkan sebanyak 3.111 lokasi, kemudian Himperra sebanyak 1.277 lokasi, Apernas sebanyak 462 lokasi, PI sebanyak 379 lokasi, Apernas Jaya sebanyak 269 lokasi, AB sebanyak 138, PIN sebanyak 98 lokasi, Asperi sebanyak 79 lokasi.

Selain itu, Perumnas melaporkan sebanyak 70 lokasi, Perwirausaha sebanyak 60 lokasi, Apperindo sebanyak 52 lokasi, Asprumnas sebanyak 49 lokasi, Asprin sebanyak 22 lokasi, Ap2ersi sebanyak 19 lokasi, Perkumpulan Apersi sebanyak 11 lokasi, Perpesma sebanyak 7 lokasi, Parsindo sebanyak 6 lokasi, Apeppi sebanyak 4 lokasi dan Deprindo sebanyak 1 lokasi.

Berdasarkan data per Jumat (4/9/2020) pukul 11.01 WIB, 11.414 lokasi perumahan telah tercatat di aplikasi SiKumbang yang merupakan anggota dari 20 asosiasi pengembang. Sebanyak 500.605 unit tapak sudah terdaftar di aplikasi SiKumbang, 257.647 unit tapak subsidi sudah dinyatakan terjual dan 1.604 unit rumah susun terdaftar dengan 387 unit rumah susun subsidi yang telah terjual.

Menurut Arief, kontribusi pengembang sangat besar untuk mendukung big data yang sedang dibangun oleh PPDPP.

“Dengan adanya data ril saat ini dari sisi supply dan demand perumahan, maka semua menjadi lebih akuntabel, transparan, efisien dan cepat. Sehingga data ini akan menjadi pertimbangan dan masukan yang sangat berarti kepada Kementerian Keuangan dan pihak terkait dalam penyaluran dana FLPP ke depan,” katanya.

Dia berharap agar asosiasi mendorong semua anggotanya yang masih bersifat konvensional dan analog. “Jika masih gagap teknologi dan tidak mau hijrah ke digital, maka pengembang hanya tinggal menunggu kepunahannya,” tutur Arief.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Totok Lusida menuturkan pihaknya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan PPDPP.

"Data digital tidak bisa bohong. Kami dan kami akan terus mendorong anggota untuk memasukkan data perumahannya ke dalam aplikasi SiKumbang ini,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rei pengembang rumah Kementerian PUPR
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top