Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INACA Setuju Pemerintah Tata Ulang Bandara Internasional

INACA menilai bandara internasional memang sudah waktunya untuk ditata ulang agar bisa mendukung efisiensi bagi maskapai dan mendukung pariwisata.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 September 2020  |  17:47 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau ruang 'check in' seusai meresmikan terminal baru Bandara Internasional Radin Inten II dan Bandara Lubuk Linggau di Bandara Radin Inten, Lampung, Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau ruang 'check in' seusai meresmikan terminal baru Bandara Internasional Radin Inten II dan Bandara Lubuk Linggau di Bandara Radin Inten, Lampung, Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai upaya pemerintah menata ulang bandara internasional menjadi lebih efisien dan dapat mendukung pariwisata kedepannya.

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto menuturkan fokus penataan kembali bandara bukan kepada seberapa banyak mencabut status internasional yang dimiliki melainkan karena saat ini banyak bandara dengan status tersebut tetapi justru tidak memiliki penerbangan internasionalnya.

Bayu berpendapat penataan kembali bandara ini akan bagus untuk wisata dan penerbangan karena bandara-bandara dengan status internasional akan menjadi lebih ramai pergerakannya. Oleh karena itu, saat ini, asosiasi juga masih menunggu pengaturan bandara internasional yang baru.

“Pesan sebenarnya bukan mengurangi bandara internasional tapi mengatur ulang supaya efisien dan benar mendukung pariwisata ke depannya,” jelasnya, Kamis (3/9/2020).

Menurut Bayu pemerintah memang harus menyempurnakan implementasi konsep hub dan superhub dengan beberapa bandara pusat. Diantaranya pemerintah harus menentukan bandara yang berpotensi menjadi internasional hub dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis dan karakteristik suatu wilayah.

"Berdasarkan jumlah destinasi wisata, di wilayah kota, wilayah perbatasan, pusat industri atau bisnis. Maka, jumlah bandara internasional mestinya tidak sebanyak yang sekarang ada," jelas dia.

Sementara itu saat ini lalu lintas angkutan udara di 19 bandara PT Angkasa Pura II (Persero) pada Agustus 2020 mengalami peningkatan dibandingkan dengan pada bulan sebelumnya.

Jumlah penerbangan pada Agustus 2020 tercatat 25.041 penerbangan atau naik 17 persen dibandingkan dengan Juli 2020 sebanyak 21.431 penerbangan.

Sementara itu, jumlah pergerakan penumpang meningkat hingga 38 persen menjadi 2,10 juta orang dari sebelumnya 1,52 juta orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara maskapai penerbangan inaca
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top