Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amankan Pasok Batu Bara ke PLTU, PLN Akuisisi Perusahaan Tambang

Masa produksi PLTU berkisar 30 tahun—40 tahun sehingga perlu dipastikan ketersediaan batu bara selama PLTU beroperasi.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  18:38 WIB
Ilustrasi: Kapal nelayan melintas di depan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih, di Padang, Sumatra Barat, Minggu (23/7). - ANTARA /Iggoy el Fitra
Ilustrasi: Kapal nelayan melintas di depan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih, di Padang, Sumatra Barat, Minggu (23/7). - ANTARA /Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA — Untuk memastikan ketersediaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap, PT PLN (Persero) merambah sektor hulu energi primer batu bara dengan melakukan akuisisi tambang batu bara.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan bahwa dengan adanya program 35.000 MW yang sebagian merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), maka kebutuhan batu bara PLTU akan meningkat tiap tahun.

Realisasi pasokan batu bara PLN pada 2019 sebesar 97,72 juta ton diperkirakan meningkat menjadi 152,63 juta ton pada 2028 (Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik 2019—2028).

Adapaun, masa produksi PLTU berkisar 30 tahun—40 tahun sehingga perlu dipastikan ketersediaan batu bara selama PLTU beroperasi. Di sisi lain, harga batu bara masih fluktuatif sehingga mempengaruhi penentuan biaya pokok produksi listrik untuk biaya pokok pemakaian batu bara.

"PLN harus memastikan ketersediaan batu bara PLTU dengan harga terjangkau, jumlah yang memadai, dan kontinuitas yang terjaga. Salah satunya dengan cara memiliki tambang dengan persentase tertentu sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan," ujar Zulkifli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (25/8/2020).

Ada tiga program akuisisi yang dilakukan PLN. Pertama, program akuisisi tambang untuk penyediaan batu bara PLTU mulut tambang (MT). PLN telah melakukan akuisisi tambang untuk PLTU MT Jambi-1 (2x300 MW). Sebagian saham tambang telah dimiliki oleh PLN Group dan saat ini telah berproduksi 2,3 juta ton.

Kemudian, akuisisi tambang untuk PLTU MT Kalselteng-3 (2x100 MW). Sebagian saham tambang telah dimiliki oleh PLN Group dan saat ini dalam tahap pembebasan dan sertifikasi lahan.

Kedua, program akuisisi tambang berikut infrastruktur pendukung untuk keamanan pasok dan efisiensi biaya penyediaan batu bara.

"Di Sumatra Selatan, sebagian saham tambang dimiliki PLN Group dan saat ini telah berproduksi 700.000 ton. Kemudian, PLTU Meulaboh 3—4 [2x200 MW], saat ini dalam tahap kajian oleh pihak independen untuk valuasi tambang," kata Zulkifli.

Ketiga, program kerja sama tambang untuk pemanfaatan batu bara lokal yang dekat dengan PLTU Nagan Raya 1—2. Zulkifli menuturkan, saat ini rencana program ini masih dalam tahap kajian pihak ahli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pltu tambang batu bara
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top