Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemampuan Rekayasa Balik BPPT Dapat Pujian, Ini Alasannya

Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro memuji kemampuan rekayasa balik atau reverse engineering Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  13:50 WIB
Kemampuan Rekayasa Balik BPPT Dapat Pujian, Ini Alasannya
GEDUNG BPPT Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro memuji kemampuan rekayasa balik atau reverse engineering Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Tidak bisa dibayangkan, kalau tidak menerapkan rekayasa balik, kalau tidak menerapkan rekayasa balik tersebut maka kita sangat bergantung dengan impor," ujar Bambang saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-42 BPPT di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Pada awal pandemi Covid-19, banyak masuk alat rapid test dari luar negeri, begitu juga perlengkapan untuk tes PCR. Bahkan ventilatornya juga impor. "Kalau itu tidak dikuasai Indonesia, maka sangat bergantung dengan impor," terang dia.

Adanya impor tersebut menunjukkan bahwa industri alat kesehatan tidak dirancang untuk kemandirian bangsa dan tidak dirancang untuk menjamin kesehatan masyarakat Indonesia.

Namun dengan adanya kemampuan rekayasa balik tersebut, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi. Menristek mengaku gembira karena tidak hanya melakukan rekayasa balik tetapi juga melakukan pengembangan produk.

"Saya gembira karena versi lanjutan sudah muncul dan sudah diumumkan. Saya juga menangkap MoU BPPT dengan pihak farmasi itu juga mengarah kemandirian Indonesia."

Kemudian yang tidak kalah penting, saat BPPT berhasil melahirkan produk generasi pertama tidak berhenti sampai di situ. Akan tetapi ada pengembangan produk yang dilakukan BPPT.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan pihaknya terus menggaungkan transformasi teknologi dan transformasi digital. BPPT juga siap mewujudkan lompatan besar inovasi, mendukung cita Indonesia Maju menuju negara berbasis inovasi.

Untuk menghadirkan inovasi dan layanan teknologi terbaik demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan kolaborasi semua pemangku kepentingan, dalam sebuah ekosistem inovasi.

Ekosistem inovasi pentahelix, mengusung pola kerja sama antarpemerintah, industri/bisnis, akademisi, hingga dukungan komunitas maupun media massa, yang merupakan pemangku kepentingan penyelenggara Iptek dalam menghasilkan produk inovasi buatan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bppt rekayasa industri

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top