Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mitra Dagang Resesi, Ini Daftar Negara Tujuan Ekspor Potensial!

Kemendag menyebutkan sejumlah negara yang bisa menjadi pasar ekspor potensial pada saat mitra dagang utama Indonesia menyatakan mengalami resesi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  17:20 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis -  Paulus Tandi Bone
Aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah negara dikatakan memiliki peluang cukup menjanjikan untuk dijadikan tujuan ekspor, meskipun beberapa negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan secara resmi menyatakan resesi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan sejumlah negara tersebut, antara lain Swiss dengan nilai ekspor sepanjang Januari-Juni 2020 naik 217,8 persen; Australia 14,9 persen; China 12, persen; Pakistan 3,1 persen; dan Amerika Serikat naik 1,6 persen.

"Khusus untuk China, jika melihat dari beberapa produk ekspor utama Indonesia ke negara tersebut seperti besi, baja dan tembaga, dapat disimpulkan bahwa di tengah geliat ekonomi China, ekspor Indonesia mampu naik karena kemungkinan industri di sana belum optimal," ujar Suhanto kepada Bisnis.com, Kamis (13/8/2020).

Hal tersebut, lanjutnya, menyebabkan China memenuhi keperlan bahan bakunya dengan mengandalkan impor dari kawasan Asean, termasuk Indonesia.

Sementara itu, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat dan Jepang terlihat stabil. Menurut Suhanto, kedua hal tersebut kemungkinan dikarenakan AS dan Jepang melakukan relokasi negara asal impor agar tidak terlalu tergantung dengan China.

Adapun dari sisi komoditas, batu bara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya, perhiasan, alas kaki, serta kayu dan barang dari kayu, masih merupakan komoditas penyumbang surplus neraca perdagangan non migas terbesar.

Sementara mesin-mesin, plastik dan barang dari plastik, gandum dan bahan kimia organik merupakan penyebab defisit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor perdagangan kemendag
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top