Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kerja Sama Perdagangan Global Dijamin Tak Rugikan Pengusaha Nasional

Kemendag mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholders terkait, a.l. Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), hingga pelaku usaha.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  12:42 WIB
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). -  ANTARA / M Risyal Hidayat
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan memastikan bahwa kerja sama perdagangan global yang diinisiasi tidak merugikan pelaku usaha dalam negeri.

Pasalnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholders terkait, a.l. Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), hingga pelaku usaha.

“Pada saat Kemendag berunding dengan berbagai negara entah itu skema Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Free Trade Agreement (FTA) atau Preferential Trade Agreement (PTA), kita mengikutsertakan juga berbagai pihak,” kata Kasubdit Produk Agro Kemendag Mila K Bishry dalam webinar Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, koordinasi tersebut dilakukan untuk meminta daftar produk yang tidak akan merugikan masyarakat apabila RI menjalin kerja sama perdagangan.

“Karena prinsipnya, CEPA atau perjanjian dagang lainnya itu bersifat resiprokal, saling timbal balik. Jadi, kami meminta masukan mereka terlebih dahulu sebelum perundingan dilakukan,” ujar Mila.

Pada kesempatan tersebut, Mila juga memaparkan bahwa terdapat setidaknya lima tantangan pendagangan global, yakni perubahan perilaku konsumen dan pola perdagangan global, dan proteksionisme perdagangan dan meningkatnya hambatan perdagangan.

Selain itu, dia melihat adanya potensi defisit dan resesi perekonomian, UMKM paling terdampak selama pandemi, dan kerja sama berdagangan antara negara di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian perdagangan kerja sama perdagangan

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top