Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Tolak Kunjungan Turis Asing hingga Akhir 2020

Menko Luhut menegaskan belum menerima kunjungan turis asing ke Indonesia dan memutuskan untuk fokus pada wisatawan domestik untuk memulihkan sektor pariwisata.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  16:43 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia memastikan belum akan membuka sektor pariwisata untuk turis asing sampai akhir 2020, karena pemerintah bakal lebih fokus menjaring turis domestik untuk pemulihan industri pariwisata.

Pernyataan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tersebut berseberangan dengan rencana pembukaan pariwisata Bali bagi turis asing yang rencananya akan dimulai pada 11 September 2020. Di sisi lain, kedatangan warga negara asing sejatinya masih terganjal oleh Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 11/2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara.

“Masalah turis asing, saya pikir sampai akhir tahun kita belum akan menerima. Biar kita konsolidasi dulu,” kata Luhut kala berbicara dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamis (13/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa pemerintah ingin mendorong kontribusi turis domestik sampai 70 persen dari yang sekarang di kisaran 50 persen. Fokus pada wisatawan domestik pun telah disampaikan Luhut kepada Presiden Joko Widodo mengingat terdapat sekitar 1 juta orang dengan dana umroh yang tak jadi dibelanjakan menyusul larangan ibadah di Tanah Suci oleh pemerintah Arab Saudi.

“Saya sudah lapor ke Presiden bahwa kita ini duitnya cukup banyak karena tidak ada perjalanan umrih sekarang. Jumlahnya hampir 500.000 sampai 1 juta orang yang punya dana pergi umroh,” lanjutnya.

Kabar soal pembatalan pembukaan pariwisata Bali ini pun sempat dikemukakan oleh Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi. Meski demikian, dia mengemukakan pelaku industri pariwisata sejatinya siap mengimplementasikan berbagai protokol ketika destinasi dibuka.

“Saya dengan tidak jadi dibuka 11 September [untuk Bali]. Kemungkinan diundur sampai Desember. Tetapi tolong crosscheck kembali,” ujar Didien saat dihubungi, Kamis (13/8/2020).

Terlepas dari hal tersebut, Didien tetap memberi catatan bahwa pembukaan destinasi wisata bagi turis asing tak serta-merta bakal menarik minat berkunjung. Menurutnya, kondisi negara asal turis bakal amat mempengaruhi pergerakan, termasuk kondisi penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Luhut Pandjaitan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top