Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Rekomendasi bagi Pemilik & Tenant Selama Pandemi

Colliers International mengidentifikasi harapan baru dari konsumen dalam hal langkah-langkah keamanan, kenyamanan, dan belanja tanpa kontak.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  19:52 WIB
Ilustrasi pusat perbelanjaan. - Bloomberg
Ilustrasi pusat perbelanjaan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak pembukaan kembali pusat perbelanjaan di Jakarta pada awal Juni 2020, peritel dan operator makanan dan minuman (F&B) memulai kembali operasinya di era new normal.

Head of Retail Services of Colliers International Indonesia Sander Halsema mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi harapan baru dari konsumen dalam hal langkah-langkah keamanan, kenyamanan, dan belanja tanpa kontak.

Menurutnya, untuk jenis produk tertentu, seperti elektronik, barang rumah tangga dan bahan makanan, konsumen mungkin lebih memilih untuk terus membeli secara online.

"Namun, ritel fisik akan tetap menjadi pilihan belanja yang disukai oleh sebagian besar konsumen," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (11/8/2020).

Dia memberikan sejumlah rekomendasi bagi pemilik maupun penyewa ritel di era new normal ini yakni meminimalisasi kontak, penggunaan strategi omnichannel dan inovasi, kesehatan dan teknologi

Kondisi saat ini membutuhkan peningkatan peran teknologi di sektor ritel. Namun demikian, di Indonesia teknologi yang digunakan oleh pengecer dalam toko masih cukup terbatas.

Menurutnya, terdapat sejumlah keuntungan dalam menerapkan teknologi ritel yakni modernisasi pengecer dan peningkatan kenyamanan konsumen dengan menerapkan layanan belanja dan pengiriman tanpa kontak, meningkatkan efisiensi operasional pusat perbelanjaan dan pengecer.

Selain itu, meningkatkan operasi pusat perbelanjaan dan pengecer secara keseluruhan, termasuk penjadwalan staf. "Meningkatkan efisiensi rantai pasokan. Kami yakin ada kemungkinan dan inovasi tak terbatas yang akan datang di sektor ritel dalam waktu dekat," tuturnya.

Sander menambahkan juga penting untuk mengembangkan strategi omnichannel yang beralasan dan kuat.

Dia menilai sebelum Covid-19, pengembangan omnichannel sudah berjalan dengan baik tetapi pandemi telah mengungkapkan kesulitan yang dihadapi pengecer fisik ketika toko mereka tidak diizinkan untuk dibuka dan konsumen menuntut pengalaman berbelanja yang lebih aman.

Pihaknya meyakini belanja fisik akan tetap menjadi pilihan yang disukai para pemilik pusat perbelanjaan dan tenant bersedia berinovasi dan meningkatkan pengalaman berbelanja secara keseluruhan.

"Para pemilik pusat perbelanjaan perlu mengintensifkan protokol kesehatan dan meningkatkan penyebaran informasi penting melalui media sosial, untuk mengajak konsumen mengunjungi toko retail dan pusat perbelanjaan (jangka pendek)," ujarnya.

Para pemilik pusat perbelanjaan harus lebih menerima permintaan dari penyewa untuk skema bagi hasil, yang secara adil mengalokasikan risiko antara pemilik dengan penyewa jika terjadi pandemi serupa lainnya dalam jangka panjang.

Bagi penyewa tenant perlu menjaga dan memantau protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung di toko ritel.

"Terus memperbaharui produk, format dan konsep toko, dan terutama terus mengembangkan dan memanfaatkan teknologi retail," ucap Sander.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat perbelanjaan bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top