Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Pandemi, Minat Beli Hunian di Atas Rp1 Miliar Masih Oke

Pandemi Covid-19 memang memberi sedikit dampak pada penjualan rumah. Namun, saat ini masih ada pasar untuk berjualan properti.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  19:38 WIB
Ilustrasi: Summarecon Bandung.  - summareconbandung
Ilustrasi: Summarecon Bandung. - summareconbandung

Bisnis.com, JAKARTA — Para pengembang properti menyebutkan bahwa minat pembelian produk hunian di atas Rp1 miliar masih tetap ada.

Managing Director Strategic Business & Services Sinar Mas Land Alim Gunadi mengatakan bahwa prospek produk hunian di atas Rp1 miliar saat ini masih bagus.

Hal itu dibuktikan produk Invensihaus R di BSD seharga Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar yang diluncurkan Sinar Mas habis terjual dalam waktu singkat.

"Beberapa rumah seperti FleekHauz, InvensiHaus, memang harganya segitu [Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar] diminati," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, pandemi Covid-19 memang memberi sedikit dampak pada penjualan rumah. Namun, saat ini masih ada pasar untuk berjualan properti. Hal itu tergantung pada desain produk rumah yang ditawarkan dapat menarik minat pembeli.

"Misal, desain rumah yang cocok buat milenial, kemudian dengan cara bayar menarik, gimik, kerja sama dengan bank, KPR [kredit pemilikan rumah] yang menarik bunganya ya, bisa jalan. Orang cukup diberi keyakinan untuk beli. Market masih oke, tetapi memang enggak sebesar sebelum pandemi Covid-19," kata Alim.

Dia menambahkan bahwa saat ini kebijakan berkegiatan dan belajar di rumah membuat pembeli mencari rumah yang lebih nyaman. Hal itu berdampak terhadap minat masyarakat untuk membeli rumah masih tetap ada.

Sementara itu, Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi menuturkan bahwa kondisi saat ini akibat pandemi Covid-19 memang membuat permintaan menurun. Terlebih, properti bukan merupakan kebutuhan pokok.

"Saat ini orang-orang konsentrasi untuk kebutuhan pokok, kesehatan. Apalagi sebagian karyawan banyak yang dirumahkan. Berarti paling banyak demand adalah end user, bukan investor," katanya.

Menurutnya, saat ini pasar yang paling besar adalah produk berkisar Rp600 juta hingga Rp1 miliar. Ditambah lagi, produk ini bisa mendapatkan kemudahan KPR.

"Pasarnya paling besar Rp600 juta hingga Rp1 miliar apalagi jika bisa mendapatkan KPR," ujar Harun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah mewah covid-19
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top