Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow! Penjualan Ritel AS Pulih ke Level Sebelum Pandemi

Data penjualan ritel AS naik perkiraan pada bulan Juni karena lebih banyak bisnis dibuka kembali dan tunjangan pengangguran yang diperluas memenuhi pundi mereka yang tidak bekerja.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  21:19 WIB
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Kota New York, AS - Bloomberg
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Kota New York, AS - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Data penjualan ritel Amerika Serikat naik melampaui perkiraan pada bulan Juni. Capaian ini didorong oleh pembukaan lebih banyak bisnis dan tunjangan pengangguran yang diperluas sehingga memenuhi pundi-pundi warga yang tidak bekerja.

Berdasarkan data Bloomberg, Departemen Perdagangan AS pada Kamis (16/7/2020) mencatat pembelian ritel meningkat 7,5 persen dari bulan sebelumnya setelah direvisi naik 18,2 persen pada Mei. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan median estimasi dalam survei Bloomberg terhada para ekonmi yang mencapai 5 persen pada bulan Juni.

Dengan kenaikan ini, maka data penjualan ritel saat ini telah pulih ke level saat sebelum pandemi virus corona menghancurkan perekonomian AS dan negara-negara lainnya di dunia.

Ketika negara-negara bagian memulai kembali perekonomian mereka dan jutaan warga AS, konsumen menjadi lebih bebas dalam pengeluaran. Meskipun demikian, masih ada risiko terhadap permintaan, terutama dari lonjakan kasus yang telah menyebabkan sejumlah negara bagian menghentikan atau bahkan membatalkan rencana pembukaan kembali.

Di sisi lain, data Departemen Tenaga Kerja mencatat warga AS yang mengajukan klaim pengangguran hanya turun tipis pada pekan lalu. Hal ini menunjukkan meningkatnya tantangan terhadap proses pemulihan ekonomi.

“Angka-angka tersebut mengonfirmasi lonjakan kuat dalam permintaan karena penjualan ritel sekarang kembali ke tingkat pravirus corona," tulis Lydia Boussour dan Gregory Daco dari Oxford Economics dalam sebuah catatan.

"Tapi meskipun data hari ini memberikan gambaran pembelanjaan konsumen yang tak kenal takut, kenyataannya lebih serius. Konsumen semakin takut di tengah lonjakan baru kasus Covid-19 dan tebing fiskal yang menjulang," lanjut mereka, seperti dikutip Bloomberg.

Laporan penjualan ritel menunjukkan 10 dari 13 kategori utama meningkat, mencerminkan kenaikan yang kuat pada furnitur, perlengkapan elektronik, pakaian, serta barang olahraga. Pembelian di toko pakaian melonjak 105,1 persen, sementara di outlet elektronik melonjak 37,4 persen.

Dengan lebih banyak restoran dan bar membuka layanan makan malam, penjualan naik 20 persen pada Juni setelah kenaikan 31,5 persen sebulan sebelumnya. Pada saat yang sama, penjualan di toko grosir menurun 1,6 persen.

Namun, beberapa kemunduran di negara bagian yang dipengaruhi oleh peningkatan kasus virus pasti akan memacu gelombang PHK lain karena bisnis yang baru dibuka harus kembali tutup.

Awal pekan ini, California, negara bagian terpadat di negara itu, memerintahkan restoran menghentikan layanan santap di tempat serta penutupan hiburan tertutup lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as ritel
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top