Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaim Pengangguran Awal AS Turun Tipis, Pemulihan Ekonomi Melambat?

Dilansir dari Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja mencatat klaim pengangguran awal dalam program negara reguler mencapai 1,3 juta orang dalam pekan yang berakhir 11 Juli, turun 10.000 dari periode sebelumnya sekaligus merupakan penurunan terkecil sejak Maret.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  20:44 WIB
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim pengangguran hanya turun tipis pada pekan lalu. Hal ini menunjukkan meningkatnya tantangan terhadap proses pemulihan ekonomi.

Dilansir dari Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja mencatat klaim pengangguran awal dalam program negara reguler mencapai 1,3 juta orang dalam pekan yang berakhir 11 Juli, turun 10.000 dari periode sebelumnya sekaligus merupakan penurunan terkecil sejak Maret.

Sementara itu, sebanyak 17,3 juta warga AS mengklaim tunjangan pengangguran lanjutan dalam program-program negara hingga pekan yang berakhir 4 Juli.

Data tersebut  menambah tanda-tanda bahwa pemulihan pasar tenaga kerja masih terhenti karena lonjakan kasus virus corona dan penundaan pembukaan ekonomi kembali. Kondisi berisiko semakin memburuk menyusul memburuknya penyebaran virus dan potensi berakhirnya tunjangan pengangguran tambahan pemerint.

Selain itu, masih rendahnya permintaan di sejumlah sektor juga menjadi penghambat pemulihan ekonomi. American Airlines Group Inc. dan United Airlines Holdings Inc., misalnya, berencana merumahkan puluhan ribu pegawainya akhir tahun ini.

Angka-angka klaim pengangguran tersebut berbanding terbalik dari laporan terpisah yang menunjukkan penjualan ritel naik pada bulan Juni melampaui perkiraan dan mencapai tingkat pra-pandemi, di tengah kenaikan permintaan di dealer mobil, restoran, dan toko pakaian.

"Data klaim pengangguran menunjukkan bahwa kenaikan lebih lanjut dari sini akan jauh lebih sulit untuk dicapai," kata kepala ekonom AS di Barclays Plc, Michael Gapen.

“Data penjualan ritel menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga pulih dari pembatasan antara pertengahan Mei dan akhir Juni, tetapi data klaim pengangguran menunjukkan bahwa kecil kemungkinan pertumbuhan akan berlanjut ke bulan Juli dan Agustus,” lanjutnya.

Tanpa penyesuaian musiman, klaim pengangguran awal naik 108.800 menjadi 1,5 juta, kenaikan pertama sejak awal April. Dari negara-negara yang telah mencatat peningkatan kasus virus corona, California, Florida, dan Arizona mencatat peningkatan klaim pengangguran awal.

Ekonom Bank of America Corp mengatakan sejauh ini, 22 negara bagian telah menunda atau menghentikan pembukaan perekonomian Kembali. Negara bagian California baru-baru ini menutup ruang makan Bersama dengan tindakan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as data pengangguran as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top