Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemulihan CPP Gundih, Pertamina EP Gandeng PGN Salurkan Gas Jargas Semarang

Penyaluran penjualan gas jargas Semarang pada saat recovery CPP Gundih diawali dari komunikasi  dan diskusi yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan dengan izin dan pengawasan dari SKK Migas.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  14:05 WIB
Karyawan Fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih bagian dari aset PT Pertamina EP -  Istimewa / Pertamina
Karyawan Fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih bagian dari aset PT Pertamina EP - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Selama masa pemulihan CPP Gundih, PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field menggandeng PT Perusahaan Gas Negara Tbk. untuk menyalurkan penjualan gas untuk jaringan gas (jargas) di Semarang.

Cepu Field Manager, Afwan Daroni, mengatakan bahwa manajemen Pertamina EP Asset 4 Cepu Field terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada pelanggan gas, pada saat kondisi Recovery CPP Gundih pascakebakaran beberapa bulan lalu.

"Dalam rangka menjaga kepuasan pelanggan selama Proses Recovery CPP Gundih, kami lakukan upaya Sinergi bersama PGN Area Semarang agar konsumen tetap terlayani dengan baik", katanya dalam keeteerangan resminya yang dikutip pada Kamis (16/7/2020).

Afwan menjelaskan bahwa, sinergi tersebut melalui mekanisme penyaluran penjualan gas jargas Semarang yang terhitung mulai Jumat (10/7/2020).

Penjualan gas tersebut menggunakan gas pipa linepack PT SPP dengan diameter 20 inch dan panjang 123 KM dengan volume gas pada linepack tersebut dapat digunakan untuk Jargas Semarang selama kurang lebih selama 4 bulan.

"Penyaluran penjualan gas ke Jargas Semarang pada saat recovery CPP Gundih merupakan bentuk nyata dalam sinergi PEP - SPP - PGN (Jargas Semarang) dalam menangkap peluang ruang improvement sehingga dapat mengoptimalkan pola operasi yang ada. Ke depan pola operasi ini dapat digunakan kembali pada saat CPP Gundih melakukan Turnaround (TA)", jelasnya.

Adapun, Penyaluran sales gas jargas Semarang pada saat recovery CPP Gundih diawali dari komunikasi  dan diskusi yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan dengan izin dan pengawasan dari SKK Migas.

Lebih lanjut, Afwan menambahkan volume penggunaan penjualan gas jargas Semarang sebesar 0,04 MMSCFD atau 44 MMBTUD melayani 1.800 sambungan rumah dan akan terdapat tambahan sekitar 6.000 sambungan rumah dalam waktu dekat.

Dia menjelaskan, pada awal recovery CPP Gundih, pasokan penjualan gas jargas Semarang menggunakan compressed natural gas (CNG) mobile.

Sementara itu, pada saat ini dengan menggunakan gas pipa linepack, memberikan beberapa manfaat dibandingkan dengan penggunaan CNG mobile antara lain yaitu kehandalan penyaluran sales gas lebih terjamin karena tidak ada potensi keterlambatan pengiriman CNG.

"Penghematan biaya dari CNG sebesar US$14 per Mmbtu menjadi biaya sales gas linepack sebesar US$4.7 Mmbtu," tuturnya.

Sementara itu, Sales Area Head PGN Semarang, Heri Frastiono menyatakan dukungannya terhadap langkah sinergi yang dijalankan bersama Pertamina EP.

“Kami sangat menyambut baik penyaluran penjualan  gas Jargas Semarang menggunakan gas linepack. Harapan kami pola operasi seperti ini dapat diterapkan kembali pada momen seperti Turnaround (TA) CPP Gundih pada masa mendatang," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina gas PGN jaringan gas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top