Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Horee..Naik Kereta Api Tak Perlu SIKM Lagi

Kendati tidak memerlukan SIKM, pengguna kereta api jarak jauh tetap diminta menunjukkan surat keterangan Surat Bebas Covid-19 atau Surat Bebas Gejala.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  23:23 WIB
Sejumlah penumpang dengan mengenakan masker di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi lintas selatan di Stasiun Gambir, Jakarta. - Antara
Sejumlah penumpang dengan mengenakan masker di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi lintas selatan di Stasiun Gambir, Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pengguna moda transportasi kereta api arak jauh kini tidak memerlukan surat izin keluar masuk (SIKM) karena sudah dihapus oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Para pengguna kini hanya perlu mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan sejak Selasa (14/7/2020), pengguna kereta jarak jauh sudah tidak memerlukan SIKM. Sebagai gantinya, pengguna dapat mengisi CLM pada aplikasi JAKI yang bisa diunduh di Google Play Store dan Apple App Store. Dia meminta masyarakat bersikap jujur dalam mengisi keterangan di CLM.

Menurut Joni, masyarakat yang ingin menggunakan kereta api jarak jauh pada masa adaptasi kebiasaan baru tetap diminta untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan).

Selain surat tersebut, pengguna juga bisa menunjukkan  surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test; serta menginstal dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi.

"Diharapkan dengan perubahan syarat tersebut, dapat meningkatkan minat masyarakat untuk naik kereta api dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya, Rabu (15/7/2020).

Joni menegaskan pelanggan kereta api tetap diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

Protokol tersebut harus dipatuhi mulai dari keberangkatan selama di dalam perjalanan, dan sampai di stasiun tujuan. Tujuannya agar kereta api menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh pelanggannya sehat sampai di tujuan.

Per tanggal 13 juli, rata-rata volume harian KA Jarak Jauh di bulan Juli adalah sebanyak 6.494 pelanggan per hari, naik 192 persen dibandingkan dengan rata-rata volume harian di bulan juni sebanyak 2.223 pelanggan per hari. Kenaikan tersebut ditunjang dengan bertambahnya perjalanan KA yang dioperasikan.

KAI akan terus menambah jumlah perjalanan kereta api secara berkala, sebagai komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kereta api.

Tiket kereta api dijual mulai H-7 di aplikasi KAI Access, web KAI, dan mitra penjualan resmi KAI lainnya sedanglan untuk penjualan tiket di loket stasiun hanya dilayani 3 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top