Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Galangan Kapal Tak Merata, Pemerintah Diminta Beri Insentif

Industri galangan kapal yang tidak merata atau sebagian besar berada di kawasan barat dinilai membutuhkan insentif dari pemerintah.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  16:35 WIB
Karyawan berjalan di galangan kapal PT PAL Indonesia. - JIBI/Wahyu Darmawan
Karyawan berjalan di galangan kapal PT PAL Indonesia. - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri galangan kapal diklaim masih belum merata lantaran sebagian besar berada di kawasan barat Indonesia, sehingga turut memengaruhi aktivitas dan efisiensi pengangkutan barang antar wilayah Nusantara.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan industri galangan kapal merupakan salah satu mata rantai penting dalam industri maritim yang sangat mempengaruhi sistem logistik nasional.

"Salah satu permasalahannya adalah penyebaran yang tidak merata. Galangan kapal, misalnya, sebanyak 88 persen berada di kawasan barat dan 12 persen di kawasan timur Indonesia," jelasnya, Rabu (15/7/2020).

Ketidakmerataan penyebaran galangan merupakan salah satu contoh masalah ketidakmerataan infrastruktur logistik yang mempengaruhi aktivitas dan efisiensi pengangkutan barang antar wilayah di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan industri galangan dengan insentif fiskal maupun non-fiskal, misalnya pengurangan atau penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) dan bea masuk (BM). Selain itu, pemerintah perlu mendorong dukungan berbagai pihak, termasuk perbankan.

Masalah ketidakmerataan infrastruktur dan industri pendukungnya berdampak terhadap ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat dilihat dari distribusi dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Pada 2019, PDB masih terpusat di Jawa (59,00 persen) dan Sumatera (21,32 persen), diikuti Kalimantan (8,05 persen), Sulawesi (6,33 persen), Bali dan Nusa Tenggara (3,06 persen), serta Papua (2,24 persen).

Setijadi menjelaskan di wilayah-wilayah yang memiliki pertumbuhan ekonomi rendah, pemerintah harus mengimplementasikan paradigma ship promotes the trade.

"Pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur logistik, dilakukan untuk mengembangkan wilayah-wilayah pertumbuhan baru," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal insentif
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top