Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Galangan Kapal Bisa Jadi Eksportir, Begini Caranya

Industri galangan kapal nasional menyebutkan terdapat empat cara agar bisa bertransformasi menjadi eksportir kapal.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  13:49 WIB
Foto udara suasana pembangunan kawasan galangan kapal di pelabuhan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO - Dedhez Anggara
Foto udara suasana pembangunan kawasan galangan kapal di pelabuhan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO - Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA - Industri galangan kapal menyatakan terdapat empat upaya utama agar proses transformasi galangan kapal agar dapat bersaing secara internasional dan menjadi negara eksportir kapal laut ke depan.

Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Eddy Kurniawan Logam menyatakan ada empat upaya dalam proses transformasi galangan nasional.

"Saat ini banyak proses docking yang membuat belum pasti, saya dorong ayo investasi agar galangan kita bisa jadi one stop service. Kita juga harus meningkatkan kemampuan karyawan dan subkontraktor, order reparasi dan pengadaan kapal tidak berkesinambungan, kalau order tidak konsisten seringkali galangan sulit," jelasnya dalam diskusi daring, Rabu (15/7/2020).

Pertama, go digital yang dilakukan dengan membuat informasi dockspace semudah mencari kamar hotel pada platform booking online. Upaya go digital mencakup penyediaan informasi seperti lokasi, ketersediaan tempat, fasilitas, dan review.

Kedua, fast and smooth docking process. Selama ini, walaupun biaya docking di dalam negeri lebih murah dibandingkan negara tetangga, tetapi ada stigma bahwa waktu docking di dalam negeri cenderung lebih lama dibandingkan dengan galangan internasional.

Ketiga, membangun lingkungan agar industri maritim dapat terus bertumbuh. Peran pemerintah sangat untuk menciptakan iklim yang kondusif. Industri maritim di Korea, Jepang, China, dan Vietnam bertumbuh pesat karena ada kebijakan pemerintah yang jelas dan bersifat jangka panjang.

Keempat, membangun industri maritim atraktif bagi bank dan sektor finansial. Saat ini rata-rata investasi galangan dilakukan secara bertahap oleh pemilik.

"Perlu perubahan paradigma bank agar dapat memberikan kredit jangka panjang dengan suku bunga yang lebih murah kepada galangan dan pelayaran untuk pembelian kapal baru buatan dalam negeri, serta pembiayaan docking atau reparasi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan kapal
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top