Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tekan Kasus Kecelakaan di Tol, Ini Langkah Hutama Karya

Memasuki semester II/2020, PT Hutama Karya (Persero) menerapkan strategi operasional bisnis jalan tol maupun pelayanan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan tol.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  13:30 WIB
Hutama Karya menyosialisasikan aturan new normal di seluruh cabang tol yang dikelolanya mulai dari cabang tol Medan-Binjai (Medbin), tol Palembang-Indralaya (Palindra), tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), hingga tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), serta tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S), dan tol Akses Tanjung Priok (ATP) di Pulau Jawa.  - HUTAMA KARYA
Hutama Karya menyosialisasikan aturan new normal di seluruh cabang tol yang dikelolanya mulai dari cabang tol Medan-Binjai (Medbin), tol Palembang-Indralaya (Palindra), tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), hingga tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), serta tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S), dan tol Akses Tanjung Priok (ATP) di Pulau Jawa. - HUTAMA KARYA

Bisnis.com, JAKARTA -- Memasuki semester II/2020, PT Hutama Karya (Persero) menerapkan strategi operasional bisnis jalan tol maupun pelayanan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan tol.

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, J. Aries Dewantoro menjelaskan pihaknya terus menekan angka kecelakaan di ruas-ruas tol yang dikelola dengan melakukan berbagai antisipasi.

"Seperti aksi simpatik pembagian kopi gratis pada malam hari, pemasangan warning light, rumble strip, dan rumble dot hingga imbauan keselamatan di gardu tol menggunakan pengeras suara untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat pengendara mengantuk," ujarnya dalam keterangan dalam resmi, Senin (13/7/2020).

Hutama Karya mengingatkan bahwa akibat kecelakaan tunggal yang menyebabkan kerusakan aset jalan tol dapat dikenakan sanksi, yaitu mengganti kerugian Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebesar nilai kerusakan sesuai dengan PP RI No. 15 Tahun 2005 Pasal 86 mengenai jalan tol.

Berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan 2019 oleh PT Sucofindo (Persero), Customer Satisfaction Index dari pengguna jalan tol yang dimiliki Hutama Karya mencapai 89,6 persen atau meningkat dari yang sebelumnya pada 2018 hanya mencapai 85,4 persen.

Tahun ini perseroan terus berkomitmen meningkatkan kepuasan para pelanggan. Dari sisi pelayanan misalnya, Hutama Karya melakukan optimasi pada implementasi pelayanan optimal sesuai standar pelayanan minimum dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi petugas tol dengan mewajibkan penggunaan APD lengkap, seperti masker, faceshield, sarung tangan, dan manset lengan panjang.

Hutama Karya juga melakukan berbagai tindakan antisipasi penumpukan antrean di gerbang tol. Di ruas Akses Tanjung Priok (ATP), Hutama Karya mengaktifkan kembali mobile reader (MR), namun mewajibkan petugas tolnya memakai tas pinggang yang berisi roll paper mobile reader dan disinfektan untuk menyemprot kartu.

Sementara itu, di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) juga telah dipasang alat weight in motion (WIM) atau alat timbang kendaraan guna mendukung kebijakan over dimension dan over load (ODOL).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya tol trans sumatera kecelakaan jalan raya New Normal
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top