Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

50 Persen IKM Akan Jualan secara Daring, Begini Caranya

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mencatat pelaku IKM di dalam negeri mencapai 4,2 juta unit atau sekitar 99 persen dari total industri nasional.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  19:48 WIB
Salah satu contoh produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) - Bisnis.com/Feri Kristianto
Salah satu contoh produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) - Bisnis.com/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian menargetkan sekitar 50 persen dari pelaku industri kecil dan menengah memasarkan produknya secara daring.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mencatat pelaku IKM di dalam negeri mencapai 4,2 juta unit atau sekitar 99 persen dari total industri nasional.

Adapun, strategi yang akan diterapkan untuk mendorong penjualan secara daring adalah kampanye #SemuanyaAdaDiSini yang merupakan bagian dari kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI).

"Kampanye #SemuanyaAdaDiSini berlangsung pada tanggal 1 Juni sampai 15 Juli 2020. Tujuan kampanye ini adalah IKM yang melakukan penjualan daring mencapai 2 juta IKM dan menyampaikan pesan industri Indonesia mampu memenuhi permintaan masyarakat Indonesia dengan produk-produk yang berkualitas," katanya dalam peluncuran Kampanye #SemuanyaAdaDiSini, Rabu (1/7/2020).

Agus menyampaikan bahwa pihaknya sudah mulai mendorong pelaku IKM untuk melakukan penjualan secara daring sejak 2017 melalui program E-Smart IKM. Menurutnya, kampanye #SemuanyaAdaDiSini akan memperkuat program E-Smart IKM.

Agus mendata nilai transaksi perdagangan secara daring mencapai Rp3,3 triliun. Oleh karena itu, dia mengajak agar pelaku IKM juga dapat memasarkan produknya secara daring.

Adapun, kampanye Bangga Buatan Indonesia telah berlangsung sejak awal 2020. Agus mendata telah ada 2.925 pelaku IKM yang mengikuti kampanye tersebut dan menjual produknya secara daring.

Menperin menilai kampanye Bangga Buatan Indonesia dapat menjadi katalis untuk mengurangi nilai impor bahan baku. Pasalnya, menurutnya, telah banyak IKM lokal yang dapat memenuhi permintaan di dalam negeri.

"Tinggal bagaimana supply chain-nya bisa memengaruhi terhadap nilai impor bahan baku yang [pada akhirnya] juga memengaruhi [terbentuknya industri] substitusi impor,," katanya.

Oleh karena itu, Agus menyatakan pihaknya akan terus mendukung IKM untuk dapat melakukan efisiensi produksi dan meingkatkan volume penjualan. Beberapa cara yang akan dilakukan adalah pelatihan pemasaran daring dan pembuatan kemasan yang merupakan hasil kerja sama dengan platform marketplace daring seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

Selain itu, lanjutnya, Kemenperin juga mengadakan program restrukturisasi permesinan. Adapun, pelaku IKM akan mendapatkan bantuan pembelian permesinan baru oleh Kemenperin berdasarkan asal mesin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikm marketplace
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top