Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendapatan KAI Anjlok, Cuma Rp300 Juta per Hari

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengaku selama pandemi Covid-19 pendapatan harian perseroan anjlok menjadi Rp300-400 juta dari sebelumnya mampu Rp23 miliar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  16:31 WIB
Calon penumpang kereta api berjalan menuju peron keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Calon penumpang kereta api berjalan menuju peron keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI curhat kepada Komisi VI DPR soal pendapatannya yang kini terjun bebas menjadi hanya Rp300-400 juta per hari.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan sebelum adanya pandemi Covid-19, pendapatan perseroan mampu menembus Rp23 miliar. Adanya pandemi membuat operasional tidak bisa berjalan secara maksimal.

"Pendapatan di masa pandemi virus corona ini hanya menyisakan 7 persen dari angkutan penumpang. Biasanya kami berhasil mengumpulkan pendapatan hingga Rp23 miliar per hari, kini pendapatan hanya Rp300-400 juta," kata Didiek paparnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Selasa (30/6/2020).

Di sisi lain, pemerintah yang belum membayar subsidi angkutan penumpang kereta rel listrik sebesar Rp257,87 miliar, terdiri atas kurang bayar pada 2015, 2016 dan 2019 hasil audit BPK.

Didiek mengatakan pemerintah saat ini memiliki kekurangan bayar terhadap subsidi atau public service obligation (PSO) yang dijalankan oleh perseroan melalui pelayanan KRL.

"Mengenai kekurangan pembayaran pemerintah atas PSO tahun 2015, 2016, dan 2019 hasil audit BPK. Hasil PSO sebagaimana dimaksud dinyatakan pemerintah membayarkan lebih kecil, kekurangannya pun diusulkan dianggarkan APBN," paparnya.

Namun demikian, perseroan telah berhasil menunda pembayaran angsuran utang dan suku bunganya kepada perbankan pada April-Desember 2020 sebagai dampak dari pandemi virus corona yang membuat likuiditas lebih ketat.

Didiek sudah melakukan negosiasi kepada seluruh perbankan terkait utang dan bunganya sehingga mendapatkan relaksasi pembayaran utang.

"KAI sudah melakukan negosiasi suku bunga investasi kepada semua perbankan terkait jadi alhamdulillah sudah disetujui penurunan suku bunganya," paparnya.

Adapun, angsuran utang mulai April sampai Desember 2020 KAI mendapatkan relaksasi berupa restrukturisasi utang sampai dengan Maret 2021. Hal ini terangnya, tentu mengurangi beban tekanan karena adanya penurunan pendapatan di tengah pandemi virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai New Normal
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top