Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Nasib Bisnis Depo Kontainer saat Pandemi

Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) mencatat aktivitas pengiriman ekspor dan impor turun selama pandemi virus Covid-19 menyebar di Indonesia.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  16:36 WIB
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) mencatat aktivitas pengiriman ekspor dan impor turun selama pandemi virus Covid-19 menyebar di Indonesia. Setidaknya, ini yang ditunjukkan pada kinerjanya.

Ketua Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) Muslan mengatakan sehubungan dengan pandemi Covid-19, kondisi pergerakan depo kontainer secara umum mengalami penurunan.

"Ekspor mengalami penurunan sekitar 30 persen dan impor mengalami penurunan 40 persen, jam kerja depo kontainer operasional pun berubah dari jam 06.00-23.59 dan disesuaikan dengan kebutuhan customer serta kebijakan masing-masing perusahaan anggota Asdeki dengan cara yang aman guna mendukung percepatan logistik," paparnya kepada Bisnis.com, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, pada saat ini seluruh perusahaan anggota menjalankan kegiatan usaha dalam masa new normal sesuai dengan imbauan dan tetap menjalankan operasional seperti biasanya.

Selain itu, para pengusaha depo kontainer pun konsisten dan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang dianjurkan dan ditetapkan pemerintah. Penyesuaian tempat kerja pun dilakukan dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 sesuai dengan panduan kesehatan.

"Kami mempersiapkan diri untuk pelayanan jam kerja 24/7 dalam seminggu, apabila keadaan ekspor-impor mulai meningkat menuju pada titik normal kembali," jelasnya.

Depo kontainer pun menerapkan sistem kerja work from home (WFH) sekalipun rata-rata pelaksanaannya hanya dapat dilakukan sekitar 25 persen dari jumlah karyawan, dengan pengaturan sistem kerja operasional secara bergantian (1 hari masuk dan 1 hari libur).

Adapun, aktivitas keluar masuk peti kemas atau kontainer setiap harinya berkisar 34.000 sampai dengan 40.000 TEUs, sebelum adanya pandemi virus corona. Dengan berkurangnya aktivitas ekspor dan impor tentu ini menekan aktivitas bisnis depo kontainer.

Sementara itu, depo-depo petikemas di wilayah DKI Jakarta yang sudah menjadi anggota Asdeki berjumlah 34 perusahaan dan sekitar 11 perusahaan belum menjadi anggota Asdeki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik pelabuhan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top