Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Broker Yakin Pasar Properti Surabaya Pulih Semester II/2020

Setiap daerah mempunyai kondisi pasar yang berbeda, seperti di Surabaya masih cukup bagus dibandingkan dengan di Jabodetabek dan Bandung.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  17:28 WIB
Lambang Kota Surabaya
Lambang Kota Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA — Kalangan broker di Surabaya optimistis pasar properti mulai mengalami pemulihan pada semester II apalagi kondisi pasar di Surabaya atau Jawa Timur masih cukup bagus dibandingkan dengan daerah lain pada kala pandemi Covid-19.

Business Development Executive Ray White Indonesia Robby Simon mengatakan bahwa memang semua sektor mengalami dampak dari pandemi, termasuk properti yang mengalami penurunan.

Hanya saja, setiap daerah mempunyai kondisi pasar yang berbeda, seperti di Surabaya masih cukup bagus dibandingkan dengan di Jabodetabek dan Bandung.

“Pasar properti di Surabaya jauh lebih baik dibandingkan dengan pasar properti di wilayah Jabodetabek. Pada kuartal I/2020, pasar properti di Jabodetabek mengalami penurunan sebesar 50,1 persen, sedangkan pasar properti di Surabaya hanya tergerus sebesar 20—30 persen,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Dia menjelaskan bahwa penurunan pasar itu pun juga bukan disebabkan daya beli yang tidak ada, melainkan lebih karena psikologi pembeli. Menurutnya, psikologi konsumen saat ini cenderung menunda pembelian.

“Jadi, tinggal bagaimana mengubah persepsi mereka karena sebenarnya saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli properti," katanya.

Menurut Robby, daya beli masyarakat terhadap properti masih ada, bahkan bisnis properti diyakini bisa cepat pulih pada kondisi pemulihan pada semester II ini.

“Sebenarnya, pada awal 2020, pasar properti Tanah Air sudah menunjukkan gelagat yang cukup baik. Pada kuartal I/2020, tercatat realisasi investasi properti secara nasional mencapai Rp100 triliun dengan jumlah 1.245 proyek baru, tapi sempat terhenti karena Covid-19,” ujarnya.

Meski begitu, kata Robby, para pengembang ke depan perlu menyiapkan proyek yang sesuai dengan kebutuhan konsumen agar tetap bisa bertahan, di antaranya lokasi proyek, konsep dan cara pemasaran.

"Dulu rumah yang diminati konsumen itu adalah rumah berkonsep Mediterania, tapi sekarang cenderung pada hunian yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan mereka. Dulu rumah hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, sekarang berfungsi sebagai center, tempat bekerja, dan juga tempat bersekolah bagi anak-anak mereka," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ray white bisnis properti surabaya
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top