Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mind Id Tebus Saham Vale (INCO) Rp5,52 triliun, Ini Target Selanjutnya  

Setelah selesainya transaksi, kepemilikan saham di INCO akan berubah menjadi VCL 44,3 persen, Mind Id 20 persen, SMM 15 persen, dan publik 20,7 persen.  
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 20 Juni 2020  |  13:01 WIB
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA – Holding BUMN tambang atau dikenal dengan Mining Industry Indonesia (Mind Id) menargetkan penguasan 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diikuti dengan penguatan hilirisasi.

Kemarin, Jumat (19/6/2020), Mind ID menandatangani  Perjanjian Jual Beli Saham (Shares Purchase Agreement) PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) untuk membeli 20 persen saham divestasi pabrik nikel itu. 

Direktur Utama Mind ID Orias Petrus Moedak mengatakan Melalui kepemilikan 20 persen saham di INCO dan 65 persen saham di PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), membuat perseroan memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumberdaya nikel terbesar dan terbaik dunia.

“Di masa mendatang, akses ini secara strategis akan mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir berbasis nikel di Indonesia, baik hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun hilirisasi industri nikel menjadi baterai kendaraan listrik,”  ulas Orias dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2020).

Penguasaan dua sumber nikel utama dunia ini membuat Mind Id dapat mempercepat program hilirisasi industri nikel domestik. Produk hilir akan memberikan manfaat ekonomis empat sampai lima kali lipat dibandingkan produk mentah.

"Penandatanganan ini adalah kelanjutan dari penandatangan Perjanjian Pendahuluan pada tanggal 11 Oktober 2019," kata Orias. 

Dalam transaksi ini, MIND ID dibantu oleh BNP Paribas sebagai konsultan keuangan, Shearman & Sterling dan Melli Darsa & Co sebagai konsultan hukum, EY Indonesia sebagai konsultan due diligence keuangan dan perpajakan, AMC Consultants Pty Ltd sebagai konsultan teknik, dan Ruky, Safrudin & Rekan dari Kantor Jasa Penilai Publik. 

Saham divestasi di Inco ini terdiri dari milik VCL sebanyak 14,9 persen dan SMM sebesar 5,1 persen. Harga pelaksanaan berada pada Rp2.780 per lembar saham atau senilai total Rp5,52 triliun. Transaksi penjualan ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2020.

Setelah selesainya transaksi, kepemilikan saham di INCO akan berubah menjadi VCL 44,3 persen, Mind Id 20 persen, SMM 15 persen, dan publik 20,7 persen.  

Divestasi 20 persen saham INCO ini merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) di tahun 2014 antara Vale dan Pemerintah Republik Indonesia. 

“Transaksi ini menegaskan kepercayaan perusahaan-perusahaan tambang dunia terhadap MIND ID dan Indonesia secara keseluruhan. Kerjasama MIND ID dan PTVI akan menjadi sinergi yang saling menguntungkan dan saling melengkapi untuk memajukan industri pertambangan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam pertambangan Harga Emas Antam Nikel vale indonesia tbk
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top