Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kapal China Shipping Line merapat ke pelabuhan Rotterdam membawa gas alam cair. - Bloomberg / Jasper Juinen
Premium

Neraca Dagang Mei 2020: Gas dan Minyak Mengalirkan Dolar

16 Juni 2020 | 12:26 WIB
Dalam aktivitas ekspor impor di Tanah Air pada Mei 2020 lalu, BPS mencatat hanya migas yang mencatatkan kinerja positif secara bulanan.

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspor dari sektor gas dan minyak menjadi penopang surplus ekonomi Indonesia pada Mei 2020.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Migas sepanjang bulan berjalan (month-to-month/mtm) mengalami kenaikan 15,64 persen. Nilai ekspor sektor ini mencapai 0,65 miliar sepanjang Mei 2020 lalu.

Meski secara bulanan terjadi kenaikan, jika ditarik dengan ekspor pada bulan yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) nilai ini sejatinya masih susut 42,64 persen. Namun, kondisi ini tetap lebih baik karena hanya sektor migas yang mencatatkan kenaikan ekspor pada Mei lalu.

Secara keseluruhan, BPS mencatat, ekspor migas pada Mei menyumbang 6,19 persen total ekspor Indonesia bulan lalu. Lainnya, berasal dari sektor non migas yang meliputi industri (78,93 persen), tambang (12,64 persen), dan pertanian (2,24 persen).

Kenaikan ekspor migas Indonesia itu merupakan kondisi yang relatif unik. Pasalnya bulan lalu terjadi gejolak harga minyak mentah dunia meski kembali ke kisaran US$35 per barel, namun nilai ini telah susut dari posisi awal 2020 dikisaran US$66 dolar per barel atau anjlok sekitar 46,96 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menyebutkan nilai positif dari ekspor migas itu didorong sub sektor gas.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top