Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pernah Selamat dari Krisis 1998, Mampukah UMKM Lolos dari Covid-19?

Pada krisis ekonomi 1997-1998, korporasi besar kena dampak, UMKM jadi penyelamat. Sekarang, semua sektor kena, tidak terkecuali UMKM.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  18:13 WIB
Suasana pada pameran Karya Kreatif Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center, Jumat, (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Suasana pada pameran Karya Kreatif Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center, Jumat, (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Ketahanan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali diuji. Setelah mampu selamat dari krisis ekonomi yang terjadi pada periode 1998 dan 2008, mampukah UMKM bertahan dari badai krisis akibat pandemi Covid-19 kali ini?

Kepala Ekonom PT Bank Pertama Tbk. Josua Pardede mengatakan kinerja semua lini bisnis diprediksi anjlok lantaran diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengurangi penyebaran wabah Covid-19.  Situasi tersebut tidak hanya menghantam sektor usaha besar, tetapi pelaku UMKM di Indonesia.

"Kalau kita bandingkan dengan krisis ekonomi pada 1997-1998 itu korporasi kena dampak, UMKM jadi penyelamat. Sekarang semua sektor kena, termasuk UMKM. Makanya, pemerintah harus prioritaskan anggaran untuk UMKM," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (19/6/2020).

Dia menuturkan pandemi Covid-19 berdampak pada sebagian besar bisnis UMKM di Indonesia. Pelaku UMKM, lanjutnya, merasakan penurunan penghasilan akibat kebijakan social-physical distancing.

Mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UMKM, sebanyak 37 persen UMKM yang menjadi responden mengaku tidak mendapat penghasilan akibat pandemi Corona.

"26 persen responden mengaku penghasilan mereka turun lebih dari 60 persen. Sisanya, pelaku UMKM mengeluhkan omzet turun dar 10-30 persen," jelasnya.

Kondisi yang terjadi pada UMKM, lanjutnya, harus menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, UMKM tercatat sebagai salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.

Karena permintaan menurun drastis, Josua memperkirakan penghasilan pemain juga ikut tergerus sehingga menyebabkan kredit UMKM di perbankan ikut terdampak.

"Porsi kredit UMKM di bank saat ini berkisar 18 persen dari total kredit. Pertumbuhan kredit per Maret 2020 melambat karena adanya PSBB," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm krisis ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top