Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awak Kabin Gunakan Masker, Dirut Garuda: Ini Maskapai apa Ruangan ICU?

Fokus Garuda Indonesia saat ini adalah mengembalikan kepercayaan diri para calon penumpang agar dapat kembali menggunakan layanan penerbangannya
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  13:01 WIB
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Garuda Indonesia akan segera mengganti penggunaan masker oleh awak kabin baik pramugari dan pramugara menggunakan face shield. Hal ini disebut mengakomodasi keluhan penumpang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya tengah mencari cara meningkatkan kepercayaan diri calon penumpang maskapainya agar dapat kembali mau menggunakan pesawat.

"Naik pesawat itu bisnis kebahagiaan, begitu masuk pesawat kalau pakai APD semua, ini maskapai apa ruang ICU. Jadi buat banyak penumpang dewasa Garuda Indonesia mulai mengeluh pramugari tutupan masker semua, kami lagi pelan-pelan pakai face shield agar interaksi humanis tetap terjadi tapi tetap minimalkan kontak," jelasnya dalam webinar, Selasa (16/6/2020).

Dia menyebut fokus Garuda Indonesia saat ini adalah mengembalikan kepercayaan diri para calon penumpang agar dapat kembali menggunakan layanan penerbangannya. Pasalnya, pandemi virus corona dan berbagai kebijakan agar tetap berada di rumah membuat masyarakat enggan dan sangat berhati-hati ke luar rumah apalagi bepergian.

Adapun, berdasarkan survei yang didapatkannya, 70 persen dari para pelancong atau traveler memilih untuk wait and see atau menunggu hingga 6 bulan ke depan untuk kembali beraktivitas menggunakan transportasi udara atau melakukan traveling.

"Kami minta dukungan semua pihak, kami lagi cari cara bagaimana bisa duduk bertiga dalam pesawat tetapi tetap aman, cari cara orang yang merasa aman dan nyaman, teknologi diterapkan, tapi ide kreatif ditunggu sekali, ini kesempatan adanya penemuan-penemuan menarik, agar semua bisa kembali normal," paparnya.

Kondisi saat ini terangnya, bukan lagi menggunakan mode bertahan hidup atau survival mode, melainkan seperti mati suri. Dia menyebut bisnis penerbangan bisa saja melakukan hal yang dilakukan Thai Airline yang sengaja dibankrutkan, kemudian dihidupkan lagi sebagai entitas baru.

"Kalau nantinya terus bisa terisi 100 persen okupansi penumpang, kami senang sekali," katanya.

Di sisi lain secara aturan berdasarkan SE No.13/2020 dari Kemenhub mengenai pedoman transportasi udara di masa adaptasi kebiasaan baru, awak kabin memang diminta untuk menggunakan fase shield sebagai bagian dari upaya protokol kesehatan menjaga dari penularan virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia penumpang Protokol Pencegahan Covid-19 New Normal
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top