Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPS : Impor Mei 2020 Anjlok 42,20 Persen Menjadi US$8,44 Miliar

Impor Indonesia pada Mei 2020 mengalami penurunan yang signifikan akibat tertekan pandemi Covid-19.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  11:30 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2 - 2019). Bisnis
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2 - 2019). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan realisasi impor sepanjang Mei 2020 mengalami penurunan 42,20 persen secara tahunan menjadi US$8,44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai US$14,61 miliar.

Sementara itu, secara bulanan atau month-on-month (mom) impor pada Mei 2020 terjadi penurunan 32,65 persen dari posisi April 2020, yakni dari sebesar US$12,54 miliar menjadi US$8,44 miliar.

"Penurunan impor yang sangat besar terjadi dari sisi migas, sementara nonmigas juga turun cukup dalam," tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui YouTube resmi BPS, Senin (15/6/2020).

Dia menerangkan impor non migas turun 37,34 persen secara year-on-year (yoy), sedangkan impor migas turun tajam 69,87 persen.

Data BPS juga menunjukkan adanya penurunan nilai impor secara bulanan di mana impor migas turun 23,04 persen dan nonmigas 33,36 persen.

Dibandingkan dengan April, impor barang konsumsi turun 23,08 persen, bahan baku/penolong menyusut 34,66  persen, barang modal naik 29,01 persen.

Sementara itu, secara tahunan penurunan barang konsumsi turun 3983 persen, bahan baku/penolong menciut 43,03 persen, dan barang modal turun 40 persen.

“Impor Mei biasanya memang mengalami penurunan karena bersamaan dengan Idulfitri sehingga banyaka perusahaan libur. Namun penurunan impor tahun ini lebih besar karena sebelukm Idulfitri sudah ada tekanan dari kebijakan work from home (WFH),” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan impor bps
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top