Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengapa Desain Kantor Harus Diubah Sebelum Masuk New Normal?

Perencanaan ruang menjadi prioritas para pemilik dan operator ruang kantor untuk jangka pendek hingga jangka panjang.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  15:56 WIB
Ruang kantor Plug and Play. - Media / Plug and Play Tech Center
Ruang kantor Plug and Play. - Media / Plug and Play Tech Center

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan-perusahaan bersiap kembali ke kantor di tengah pelonggaran pembatasan sosial di seluruh Asia Pasifik. Menurut survei oleh JLL, lebih dari 80 persen kliennya mulai melakukan modifikasi tertentu pada kantor mereka.

Berdasarkan laporan JLL, perencanaan ruang menjadi prioritas para pemilik dan operator ruang kantor untuk jangka pendek hingga jangka panjang. Selain itu, penggunaan fungsi teknologi secara maksimal uga dikerahkan sebelum para perusahaan kembali masuk kantor.

“Aktivitas kembali ke kantor akan menjadi langkah bertahap dengan proses multifase yang kemungkinan akan berevolusi ketika ekonomi kembali terbuka,” kata Martin Hinge, Executive Managing Director Project & Development Services JLL Asia Pasifik, melalui siaran pers, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, ketika orang-orang kembali ke kantor, prioritas nomor satu para pemilik ruang kantora adalah memastikan bahwa mereka kembali ke lingkungan yang aman dan sehat.

JLL juga memberi panduan untuk merancang kembali ruang kantor sebelum kembali beroperasi. Panduan tersebut membahas tentang penyiapan ruang kerja pribadi yang tertutup, merancang ruang bersama, dan ruang terbuka dengan label dan pemisah ruang, atau bahkan memasang teknologi thermal imaging untuk mengecek suhu di lobi gedung dan area resepsionis.

“Dalam jangka pendek, perusahaan perlu memiliki cara untuk mengadaptasi tempat kerja dengan cepat, untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan karyawan. Sementara, dalam jangka panjang, pemilik bisnis harus mengambil keputusan terkait dengan pembatasan sosial di ruang kerja,” kata Gonzalo Portellano, Head of Portfolio Design JLL Asia Pasifik.

Untuk jangka panjangnya, organisasi-organisasi harus memiliki perencanaan dan cara memaksimalkan ruang kantor supaya bisa menghemat pengeluaran. Selain itu tempat kerja pada masa mendatang harus terdesentralisasi agar memudahkan karyawan bekerja dari mana saja.

“Perkantoran seperti ini akan lebih berkembang karena dapat mempermudah karyawan bekerja dari mana pun, mengurangi waktu perjalanan ke kantor, dan meningkatkan kenyamanan karyawan,” kata Portellano.

Dia menambahkan bahwa ke depannya perusahaan bisa mulai memperluas cabang dari kantor pusat ke tempat-tempat kerja yang lebih kecil di sekitar kota dan lengkap dengan teknologi yang diperlukan. Bisa jadi, dengan berada di pinggiran kota harga sewa juga bisa lebih rendah sehingga lebih efisien.

“Pada masa mendatang, kami mengantisipasi bahwa perusahaan akan mengambil langkah berani berkaitan dengan transformasi kantor, baik dengan desentralisasi atau desain yang berjarak. Evolusi kantor tidak lagi tentang bagaimana orang menempati ruang, tetapi bagaimana orang menggunakan dan berinteraksi dengan ruang."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ruang perkantoran Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top