Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aktivitas Kargo Kuartal II/2020, Ini Prediksi Pengamat

Ketidakpastian situasi pemulihan pandemi Covid-19 dinilai bisa mempengaruhi realisasi volume kargo menjadi lebih fluktuatif pada kuartal II/2020.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  17:20 WIB
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Ketidakpastian situasi pemulihan pandemi Covid-19 dinilai bisa mempengaruhi realisasi volume kargo menjadi lebih fluktuatif pada kuartal II/2020.

Pakar Kemaritiman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Saut Gurning berpendapat hal tersebut dipengaruhi oleh faktor intervensi kebijakan kesehatan dan intervensi interaksi sosial seperti PSBB.

"Pembukaan kegiatan bertahap dengan pola new normal jelas akan mendorong kenaikan permintaan angkutan barang lewat laut. Utamanya yang ditopang mulai membaiknya tingkat konsumsi masyarakat, industri, dunia usaha dan pemerintah secara domestik," kata Saut, Selasa (3/6/2020).

Di sisi lain, ujar Saut, geliat menaiknya kegiatan pembukaan ekonomi di sekitar Indonesia khususnya sejumlah negara di Asia Timur seperti China, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, dan Taiwan juga akan menjadi pendorong motif dan realisasi aktivitas perdagangan internasional Indonesia.

Pihaknya menyebutkan berbagai komoditas importasi bahan modal industri ke Indonesia serta potensi ekspor dalam negeri berbasis sumber daya alam Indonesia termasuk perikanan, dan kargo bahan mentah lainnya seperti batubara dan bahan tambang lainnya.

Dia memprediksi adanya potensi kenaikan permintaan CPO ke berbagai negara-negara konsumen utama Indonesia baik India maupun negara Asia Timur di atas.

Menurutnya, jika dua variabel ini secara faktual berpotensi menaik, yaitu  volume konsumsi termasuk potensi perdagangan internasional, maka industri pelayaran, pelabuhan dan maritim nasional seharusnya tetap optimistis.

"Bahkan seharusnya bersiap diri untuk mengadaptasi bahkan potensi kenaikan tiba-tiba hingga potensi kongesti yang bisa saja terjadi di wilayah domestik Indonesia," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top