Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian PUPR Rehabilitasi 85 Ribu Hektare Jaringan Irigasi di Kalteng

Rehabilitasi irigasi akan dilakukan secara bertahap mulai 2020 hingga 2022 dengan perkiraan kebutuhan anggaran Rp1 triliun.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  23:01 WIB
Pengairan sawah - Antara
Pengairan sawah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan program rehabilitasi jaringan irigasi untuk mendukung program lumbung pangan baru di Kalimantan Tengah.

Lokasi lumbung pangan baru yang juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020 - 2024 tersebut rencananya berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan terdapat lahan potensial pada kawasan eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng yang sudah dikembangkan menjadi sawah.

"Lahan tersebut sebelumnya merupakan bagian Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 juta hektare di Kuala Kapuas. Terdapat seluas 165.000 hektare lahan yang sekarang sudah menjadi sawah, bukan berupa gambut tetapi material batuannya adalah tanah aluvial yang berada di pinggir sungai Barito," kata Basuki, dalam siaran pers, Rabu (4/6/2020).

Dari total luas lahan potensial tersebut, Basuki mengatakan sudah ada sekitar 85.500 hektare lahan fungsional yang digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya.

Adapun sisanya, katanya, sekitar 79.500 hektare sudah menyemak sehingga perlu dilakukan pembersihan atau land clearing saja tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali.

Berdasarkan data, dari total luas lahan yang fungsional tersebut, diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi untuk lahan seluas 57.200 hektare, sementara sisanya seluas 28.300 hektare kondisi jaringan irigasinya masih berfungsi dengan baik.

Rehabilitasi irigasi akan dilakukan secara bertahap mulai 2020 hingga 2022 dengan perkiraan kebutuhan anggaran Rp1 triliun. Apabila nanti diputuskan untuk juga dikembangkan pada lahan seluas 79.500 hektare, program yang dibutuhkan adalah peningkatan jaringan irigasi pada dengan perkiraan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,9 triliun.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, kami akan coba lakukan dengan pola investasi bersama Kementerian BUMN. Kami sudah berkoordinasi terus, di mana nantinya pemerintah hanya akan menyiapkan prasarananya. Aksesnya tidak hanya lewat sungai tetapi juga sudah bisa dilalui jalan darat lebih mudah," jelas Basuki.

Untuk mengoptimalkan lahan potensial tersebut, Kementerian PUPR juga akan memperbaiki saluran-saluran irigasi di sekitar kawasan tersebut baik jaringan irigasi sekunder maupun primer.

"Sedangkan dari Kementerian BUMN bersama Kementerian Pertanian akan melakukan pengembangan teknologi olah tanamnya sehingga bisa menghasilkan produksi yang lebih baik," ujarnya.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2020, Kementerian PUPR telah memulai pekerjaan RehabIlitasi Irigasi di tiga lokasi Eks PLG di Kalteng dengan total cakupan seluas 650 hektare di Daerah Irigasi (DI) Rawa Tahai (213 hektare), DI Tambak Sei Teras (195 hektare), dan DI Tambak Bahaur (239 hektare).

Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari rencana rehabilitasi jaringan irigasi untuk lahan seluas 57.200 hektare.

Pekerjaan rehabilitasi di DI Rawa Tahai telah dimulai kontraknya sejak 28 Mei 2020 lalu dengan biaya sebesar Rp9,8 miliar. Kemudian, rehabilitasi DI Tambak Sei Teras juga telah dimulai dengan biaya Rp4,1 miliar dan saat ini progresnya sebesar 29,1 persen. Sementara itu, untuk rehabilitasi DI Tambak Bahaur progresnya sebesar 27,2 persen dengan alokasi anggaran Rp3,9 miliar.

Selain melakukan rehabilitasi irigasi, saat ini Kementerian PUPR juga tengah melakukan rehabilitasi kantor Eks PLG Kalteng dan rehabilitasi dermaga dengan progres sebesar 50,2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

irigasi kalteng Kementerian PUPR
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top