Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal Bawa Harapan Baru ke Industri Properti

Industri properti, terutama residensial ke depan diperkirakan justru banyak mendapat keuntungan dengan adanya pembatasan sosial.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  12:40 WIB
Pengunjung mencari informasi di stan Bank BTN pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengunjung mencari informasi di stan Bank BTN pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah sepanjang tahun mengalami penurunan akibat diterpa wabah Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar, pasar properti dinilai mendapat angin segar dari rencana pemerintah untuk menjalani kehidupan normal yang baru atau new normal.

Industri properti, terutama residensial ke depan diperkirakan justru banyak mendapat keuntungan dengan adanya pembatasan sosial.

CEO PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan bahwa dengan pembatasan sosial, gaya hidup milenial yang cenderung mementingkan mencari pengalaman baru bisa kembali ke asal dengan mementingkan memiliki properti.

“Kondisi seperti ini memberi peringatan kepada kita bahwa rumah itu suatu hal yang sangat penting dan paling aman sehingga mereka yang belum kepikiran beli hunian kemarin, sekarang itu jadi prioritasnya,” ungkapnya dalam webinar, Rabu (27/5/2020).

Adapun, dengan adanya kondisi ini, para pengembang terpacu untuk melakukan evaluasi terhadap produk-produknya, serta lebih menjaga kebersihan, menjalankan protokol kesehatan yang baik, dan bertumpu pada penggunaan teknologi.

“Ini justru akan membuat kinerja pengembang jadi lebih baik karena jadi lebih mementingkan kesehatan dan makin mempermudah cara-cara transaksi kepada para konsumennya.”

Adanya PSBB juga, menurutnya, mempercepat pergeseran tren penggunaan teknologi virtual dan pembayaran digital yang selama ini sudah perlahan-lahan dilakukan berbagai pelaku industri properti namun belum bisa dilakukan secara utuh.

Selain residensial, properti komersial ke depan juga akan melakukan inovasi dan evaluasi seperti properti perkantoran. Banyak perusahaan sudah mulai memikirkan untuk meminimalisasi kepadatan tempat kerjanya.

Hal itu akan menjadi peluang bagi perkantoran karena perusahaan berpotensi menyewa ruang kantor lebih luas atau menyewa ruang kantor fleksibel untuk menempatkan tim tertentu untuk jangka waktu singkat.

“Ke depan optimistis real estat akan jadi lebih baik karena kita mementingkan kesehatan, safety dan flexibility, technology based, serta akan lebih sering melihat inovasi baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus mengatakan bahwa penerapan new normal akan menjadi angin segar bagi dunia properti karena properti sebagai salah satu industri padat karya bisa kembali bergerak.

“Kalau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang baik saya yakin kita [industri properti] bisa bangkit lebih cepat,” ungkapnya.

Dengan PSBB dibuka dan memasuki new normal, menurut Alvin, pengusaha sudah banyak yang siap untuk kembali beroperasi dengan standar kesehatan yang ketat. "Saya kira ini akan menjadi optimisme untuk bertumbuh,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti New Normal
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top