Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Pengembang Kawasan Industri Jaga Minat Calon Pelanggan

Pengembang kawasan industri terus menjaga hubungan dengan calon pelanggan di tengah pembatasan sosial dan wacana tatanan hidup baru alias new normal.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  18:44 WIB
Ilustrasi: Foto aerial kawasan industri MM2100 di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Himawan L. Nugraha
Ilustrasi: Foto aerial kawasan industri MM2100 di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang kawasan industri terus menjaga minat calon pelanggan di tengah pembatasan sosial sebagai dampak wabah corona baru penyebab Covid-19 dan wacana kebijakan penerapan tatanan hidup baru atau new normal

Sekretaris Perusahaan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. Muljadi Suganda mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menerima permintaan lahan kawasan industri di tengah sentimen corona.

"Saat ini kami fokus pada demand industri dan inquiries dari luar negeri masih menyatakan minat," katanya kepada Bisnis, Selasa (26/5/2020).

Selain menyatakan minat, Muljadi juga mengaku bahwa ketika memasuki kuartal kedua ini sudah ada transaksi penjualan lahan. Hanya saja, dia belum memerinci berapa total luas lahan dan nilai penjualan tersebut. 

Perusahaan dengan kode saham KIJA itu, tuturnya, bersiap menghadapi kondisi tatanan hidup baru alias new normal terhadap kelangsungan bisnis usahanya ke depan. 

"Jangka panjang tentunya semua industri harus dapat beradaptasi dengan kondisi new normal yang saat ini masih kita pantau bagaimana penerapannya," kata dia.

Sementara itu, Direktur PT Puradelta Lestari Tbk. Tondy Suwanto mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan pelbagai strategi untuk menjaga minat pelanggan terhadap lahan industri milik anak usaha Sinarmas Grup itu. 

Dia mengaku bahwa perusahaan senantiasa mengirimkan foto dan video via drone kepada calon pelanggan untuk meminimalisir kunjungan secara fisik yang biasa dilakukan sebelumnya.

Apalagi, dia menyatakan bahwa sentimen virus corona turut memengaruhi penjualan lahan industri, bahkan sampai pada keputusan investasi mengingat pelanggan perlu melakukan kunjungan lokasi sebelum memutuskan investasinya tersebut.

"Info foto dan video tersebut untuk menjalin komunikasi berkelanjutan dengan tenant, jadi nanti tinggal eksekusi kalau situasi sudah lebih baik," katanya.

Meski demikian, Tondy menyatakan bahwa saat memasuki kuartal kedua ini perusahaan berkode saham DMAS itu telah melakukan transaksi penjualan lahan industri. Hanya saja, dia tak mengungkap secara lebih terperinci transaksi yang dimaksud.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri New Normal
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top