Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terbangkan Balon Udara Liar, Pelaku Terancam Sanksi Pidana

Kementerian Perhubungan akan menuntut pelaku penerbang balon udara liar dengan ancaman pidana karena berisiko membahayakan aktivitas penerbangan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  11:27 WIB
Peserta Festival Balon Udara Pekalongan siap melepas balon udara di Lapangan Kutipan Lor, Pekalongan, Jumat (22/6). Balon ditambat dengan tali sepanjang 150 meter agar tidak membahayakan penerbangan. - Bisnis/Rivki Maulana
Peserta Festival Balon Udara Pekalongan siap melepas balon udara di Lapangan Kutipan Lor, Pekalongan, Jumat (22/6). Balon ditambat dengan tali sepanjang 150 meter agar tidak membahayakan penerbangan. - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan menuntut pelaku penerbang balon udara liar dengan ancaman pidana karena berisiko membahayakan aktivitas penerbangan.

Dirjen  Perhubungan Udara, Novie Riyanto, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melepaskan balon udara berukuran besar, karena hal tersebut dapat membahayakan pesawat yang terbang diatasnya, maupun warga yang tinggal disekitarnya.

"Pelepasan balon udara berukuran besar dapat berakibat tuntutan pidana sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 40/2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat," kata Novie dalam siaran pers, Selasa (26/5/2020).

Dia tetap menghargai masyarakat di beberapa daerah yang mempunyai tradisi perayaan Idulfitri dengan balon udara. Namun, masyarakat diimbau untuk bijak dan tidak melepaskan balon udara ke angkasa.

Menurutnya, balon udara berukuran besar yang dilepaskan ke angkasa dapat melambung tinggi hingga pada ketinggian jelajah pesawat dan mengakibatkan terganggu nya aktivitas penerbangan, hingga kecelakaan pesawat. Setiap tahun tercatat gangguan aktivitas penerbangan yang disebabkan oleh sejumlah balon udara berukuran besar yang dilepaskan hingga jalur penerbangan pesawat udara di beberapa wilayah yang memiliki tradisi menerbangankan balon udara.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri di beberapa wilayah untuk melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang melepaskan balon udara secara liar. Bila terbukti melanggar hukum, maka akan dilakukan penindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, kepada penyelenggara navigasi penerbangan, Airnav Indonesia, Dirjen Novie Riyanto juga menghimbau untuk tetap waspada terhadap balon udara yang diterbangkan secara liar sehingga keselamatan dan keamanan penerbangan tetap terjaga.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya dan Direktorat Navigasi Penerbangan juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah Wonosobo dan Pekalongan, sebagai wilayah yang memiliki tradisi budaya menerbangkan balon udara. Selanjutnya, penerbangan balon udara dapat dilakukan sesuai peraturan yang telah ditetapkan, yaitu dengan menambatkan balon udara dan ketinggian tidak melebihi 150 meter sesuai ketentuan yang berlaku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub AirNav
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top