Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bersiap Jalani New Normal, Semen Indonesia Jaga Cashflow

Kepala Departemen Komunikasi SIG, Sigit Wahono mengatakan kehati-hatian tersebut bukan hanya karena faktor pandemi Covid-19 tetapi juga adanya momen Lebaran yang umumnya ada kecenderungan penurunan aktivitas pembangunan proyek.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  12:37 WIB
Pekerja memindahkan semen Tonasa (Semen Indonesia Group) ke atas kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/6). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pekerja memindahkan semen Tonasa (Semen Indonesia Group) ke atas kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/6). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, SURABAYA – PT Semen Indonesia Group Tbk (SIG) berhati-hati menjaga arus kas dalam dua bulan ke depan termasuk menjalankan skenario normal baru mengingat kondisi pandemi Covid-19 belum menentu waktu pulihnya.

Kepala Departemen Komunikasi SIG, Sigit Wahono mengatakan kehati-hatian tersebut bukan hanya karena faktor pandemi Covid-19 tetapi juga adanya momen Lebaran yang umumnya cenderung terjadi penurunan aktivitas pembangunan proyek.

"Kan Mei puasa dan Lebaran cenderung aktivitas berkurang. Selesai Lebaran, kita wanti-wanti karena PSBB juga diberlakukan di beberapa tempat. Sampai 2 bulan yang akan datang kita hati-hati jaga cashflow supaya enggak 'keteteran' dikemudian hari," katanya Senin (25/5/2020).

Dia mengakui kondisi saat ini sangat berbeda dengan krisis sebelumnya yang tidak terdapat pembatasan aktivitas sosial dan bisnis.

"Perusahaan belum pernah menghadapi kondisi seperti saat ini, sehingga belum ada referensi yang sesuai untuk menetapkan ekspektasi kinerja secara tepat," katanya.

Namun begitu, perusahaan telah menyusun berbagai skenario dan terus memantau perkembangan situasi dan kondisi terkini, salah satunya, kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi, termasuk menjalankan New Normal tetapi tidak akan tergesa-gesa melakukan operasional pabrik secara penuh normal.

"Skenario yang disusun mengacu pada skenario New Normal, lalu pertumbuhan ekonomi dan inflasi serta prediksi pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dari pemerintah," imbuhnya.

Dia menjelaskan secara nasional pasar semen memang turun 5,2 persen atau menjadi 21,39 ton pada 4 bulan pertama tahun ini. Sementara itu, kinerja SIG hingga April tahun ini masih cukup bagus dibandingkan pemain lain.

Banyak industri yang terdampak PSBB di Jawa, tetapi SIG masih bisa mengandalkan pasar di Sumatra dan Indonesia Timur.

Adapun sepanjang Januari-April 2020, total penjualan SIG mencapai 11,75 juta ton atau naik 5,05 persen dari periode yang sama 2019. Dari angka tersebut, pasar ekspor mencapai 1,46 juta ton, sedangkan pasar domestik sebesar 10,29 juta ton.

Sigit mengatakan sejak awal pandemi, perseroan telah mengalihkan penjualan ekspor dari wilayah yang terdampak pandemi seperti dari China ke sejumlah negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia Oceania.

“Sekarang kami ekspor ke Filipina, Malaysia, dan Taiwan. Biasanya ke China, tapi kami alihkan ke Asia Selatan dan wilayah lain. Kami bersyukur masih bisa mempertahankan kinerja di tengah wabah,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen semen indonesia manajemen arus kas New Normal
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top