Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waspadai, Modus Penipuan Atas Nama Bea Cukai Lewat OVO

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai upaya penipuan terkait pembayaran dan pencantuman nama Bea Cukai yang masih saja marak.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  16:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersiap menjabat tangan Chairman University Network for Indonesia Export Development (UNIED) Arif Satria (kiri) disaksikan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (tengah) saat menghadiri peluncuran hasil pengukuran dampak ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersiap menjabat tangan Chairman University Network for Indonesia Export Development (UNIED) Arif Satria (kiri) disaksikan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (tengah) saat menghadiri peluncuran hasil pengukuran dampak ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat diimbau untuk mewaspadai upaya penipuan terkait pembayaran dan pencantuman nama Bea Cukai yang masih saja marak.

Terbaru, otoritas menemukan modus via dengan menggunakan akun di salah satu peyedia jasa sistem pembayaran (PJSP) yakni OVO.

Dikutip dari laman resmi DJBC Minggu (24/5/202), penipu menggunakan akun PSJP dengan nama Kas Negara, Bea Cukai Negara, dan Bendahara Bea Cukai. Selain itu, pelaku tindakan kriminal ini jga lengkap dengan transfer ke Bank Nobu diikuti angka 9 (kode top up OVO) dan dilanjutkan dengan nomor gawai pelaku.

Terkait dengan temuan tersebut, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) memastikan bahwa pemerintah telah mengimbau bagi para pelaku usaha atau masyarakat untuk mewaspadai upaya penipuan tersebut.

Otoritas juga memastikan bahwa pembayaran pungutan negara tidak dilakukan dengan metode transfer melainkan menggunakan kode billing dan dibayar melalui menu MPN G3.

Tata cara pembayaran resmi pungutan negara dapat dilihat pada laman penerimaan-negara-info.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai ovo
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top