Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inflasi Inggris Melambat ke Level Terlemah Sejak 2016

Laju inflasi di Inggris pada bulan April melambat ke level terlemah sejak tahun 2016, tertekan oleh penurunan harga energi dan lockdown yang mengerem aktivitas ekonomi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  14:26 WIB
Suasana sepi di Tower Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson
Suasana sepi di Tower Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA – Laju inflasi di Inggris pada bulan April melambat ke level terlemah sejak tahun 2016, tertekan oleh penurunan harga energi dan lockdown yang mengerem aktivitas ekonomi.

Berdasarkan data Kantor Statistik Nasional yang dirilis Rabu, indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) naik 0,8 persen pada April dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka ini lebih rendah dari konsensus para ekonom yang memproyeksikan CPI naik 0,9 persen bulan lalu. CPI inti, yang tidak termasuk sektor energi dan harga pangan, merosot ke 1,4 persen.

Dilansir Bloomberg, data terbaru ini memberikan lebih banyak bukti dari tekanan ekonmi akibat pandemi virus Corona. Klaim pengangguran melonjak bulan lalu, sementara Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan kemarin bahwa negara itu menuju resesi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Penurunan ini membawa inflasi menjadi kurang dari setengah target Bank of England, sekaligus memaksa Gubernur BOE Andrew Bailey untuk menjelaskan alasan penurunan tersebut kepada Menteri Keuangan.

Bank sentral Inggris, yang telah memangkas suku bunga menjadi 0,1 persen dan memulai kembali program pembelian obligasi untuk melawan krisis, mengatakan bulan ini bahwa laju ekonomi akan menuju ke penurunan terburuk dalam tiga abad terakhir karena pandemi membuat toko tutup dan konsumen menghindari pembelian.

Data CPI ini dapat memicu spekulasi tindakan lebih lanjut yang diperlukan, dan dapat meningkatkan perdebatan antara para pembuat kebijakan mengenai kemungkinan penurunan suku bunga di bawah nol untuk pertama kalinya.

Tekanan terhadap inflasi berasal dari penurunan harga bahan bakar, energi dan biaya transportasi, serta pakaian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi ekonomi inggris
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top