Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kondisi Sulit, Hati-Hati saat Ekspansi Cadangan Lahan

Sejumlah pengembang besar sebelumnya berencana ekspansi akuisisi lahan baru dalam beberapa waktu ke depan meskipun tidak terlalu ekspansif.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  15:44 WIB
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang properti dinilai harus hati-hati jika tetap memilih untuk ekspansi dalam menambah cadangan lahan atau landbank di tengah kondisi sulit seperti saat ini.

Sejumlah pengembang besar sebelumnya berencana ekspansi akuisisi lahan baru dalam beberapa waktu ke depan meskipun tidak terlalu ekspansif lantaran dibayangi ketidakpastian ekonomi akibat virus corona baru atau Covid-19.

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa saat ini sebetulnya bukan waktu yang tepat untuk menambah cadangan lahan.

"Sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menambah cadangan lahan. Tetapi waktu yang tepat untuk bertahan," katanya pada Bisnis.com, Rabu (20/5/2020).

Alasannya, kata Panangian, permintaan properti di tahun ini tengah menurun tajam akibat terdampak virus corona baru. Apalagi, dampak lebih besar juga diperkirakan akan jauh menghantam bisnis properti selama kuartal kedua.

"Persediaan cadangan lahan para pengembang juga masih banyak apalagi kita tahu bahwa pasar properti dalam 5 tahun terakhir ini bisnis properti masih melemah," kata dia.

Konsultan properti Coldwell Banker Commercial Indonesia juga sebelumnya menyarankan agar pengembang besar memprioritaskan hal lain yang lebih genting daripada ekspansi cadangan lahan.

Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial Angra Angreni bersepakat bahwa pengembang besar sebaiknya menunda realisasi pembelian cadangan lahan (landbank) sampai menunggu kondisi membaik.

"Alih-alih menambah landbank, akan lebih baik fokus ke pemasaran unit yang saat ini masih belum terserap pasar dan fokus ke progres konstruksi sesuai dengan komitmen awal," katanya kepada Bisnis.com.

Menurutnya, langkah pengembang yang menahan ekspansi pembelian lahan dinilai sudah benar karena kondisi ekonomi ke depan tidak ada yang bisa memprediksi dengan pasti apalagi sentimen virus corona telah memberi tekanan hebat terhadap semua sektor dan segmen industri. 

Angra khawatir jika pengembang tetap memaksakan untuk ekspansi pada masa sulit ini, beban pengembang juga berpeluang bertambah. Menurutnya, jangan sampai aksi itu membuat pengembang malah wanprestasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top