Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Baja Bakal Berinvestasi Asal Selamat dari Corona

Salah satu peluang ke depan yakni dengan adanya penetapan harga gas industri tertentu US$6 per mmbtu, akan berpotensi mendorong investasi midstream migas dengan pembangunan infrastruktur gas sebesar US$1,3 miliar.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  14:30 WIB
PT Tsingshan Steel Indonesia di Morowali menggunakan proses peleburan blast furnace yang matang, dengan karakteristik biaya yang rendah, hasil produksi yang tinggi, teknologi yang matang, dan risiko teknik rendah. - imip.co.di
PT Tsingshan Steel Indonesia di Morowali menggunakan proses peleburan blast furnace yang matang, dengan karakteristik biaya yang rendah, hasil produksi yang tinggi, teknologi yang matang, dan risiko teknik rendah. - imip.co.di

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri baja menyatakan akan selalu mengikuti peluang yang ada tetapi dengan syarat dalam kondisi yang sudah membaik dari sekarang.

Salah satu peluang ke depan yakni dengan adanya penetapan harga gas industri tertentu US$6 per mmbtu, akan berpotensi mendorong investasi midstream migas dengan pembangunan infrastruktur gas sebesar US$1,3 miliar.

Wakil Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Ismail Mandry mengatakan berbagai investasi di atas tentu akan mudah dilakukan ke depan mengingat industri juga masih memiliki komitmen untuk menggairahkan roda ekonomi yang pada tahun ini memiliki berbagai proyeksi tidak baik.

"Tapi ya nanti, sekarang untuk bisa bertahan hidup saja sudah bagus. Sekarang ini lakukan dulu langkah kecil dengan realisasi harga gas untuk selanjutnya bisa melangkah lebih jauh," katanya kepada Bisnis, Rabu (20/5/2020).

Terkait hal di atas, Ismail pun mempertanyakan langkah badan usaha penyalur yang belum menjalankan regulasi pemberian harga gas tertentu untuk tujuh industri yang sudah jelas payung hukumnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif telah meneken Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. Beleid tersebut mulai berlaku setelah diundangkan pada 6 April 2020.

Implementasi penyesuaian harga gas untuk industri tertentu dan kelistrikan perlu dipercepat, mengingat kondisi industri baja 75 persen sudah mati atau utilisasi di level 30-20 persen. Meski pun, lanjut Ismail, komitmen untuk terus menggairahkan roda ekonomi yang diperkirakan anjlok tahun ini masih terus dijaga.

"Untuk itu kami sudah melakukan upaya sederhana dengan menyurati ESDM terkait kepastian implementasi harga gas ini, kami mau pemerintah memegang janji," ujar Ismail.

Sebelumnya, Wakil Komisi Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Achmad Widjaja mengatakan penurunan harga gas menjadi US$6 per mmbtu akan sangat membantu dunia usaha jika diimplementasikan. Dia pun berharap proses menuju implementasi tersebut tidak ada penundaan lagi.

"Sebentar lagi Ramadan selesai, Juni industri harus sudah bangkit mereka akan tata ulang bujet. Jadi kami berharap pemberian harga gas terntentu tidak ada delay apapun," katanya.

Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim pernah mengatakan penurunan harga gas menjadi US$6 per MMBTU di kondisi normal seharusnya bisa menaikan utilisasi industri 10-20 persen dan meningkatkan daya saing sehingga tidak kalah dengan impor.

Namun, pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. ini pun membeberkan di tengah tekanan covid-19 ini catatan dari IISIA sudah ada penurunan kapasitas produksi sekitar 30-40 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi baja gas bumi pipa gas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top