Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Taman Nasional Wakatobi Dorong Budidaya Lobster Mutiara

Balai Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mendorong pembudidayaan lobster mutiara di Desa Mantigola dan Desa Horuo melalui kemitraan konservasi untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian kawasan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  16:30 WIB
Lobster mutiara merupakan hewan konsumsi air laut yang bernilai ekonomis tinggi. Rasa dagingnya gurih dan lezat membuat permintaan pasar yang tinggi baik dari dalam maupun luar negeri. Peluang pembudidayaan pun masih sangat terbuka.   - KLHK
Lobster mutiara merupakan hewan konsumsi air laut yang bernilai ekonomis tinggi. Rasa dagingnya gurih dan lezat membuat permintaan pasar yang tinggi baik dari dalam maupun luar negeri. Peluang pembudidayaan pun masih sangat terbuka. - KLHK

Bisnis.com, JAKARTA - Balai Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mendorong pembudidayaan lobster mutiara di Desa Mantigola dan Desa Horuo melalui kemitraan konservasi untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian kawasan.

Darman, Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, mengatakan dukungan terhadap pembudidayaan lobster mutiara diberikan dalam bentuk fasilitasi dan bantuan modal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Bantuan melalui Kemitraan Konservasi ini diharapkan mampu mendorong ekonomi untuk kesejahteraan dan kelestarian kawasan TN Wakatobi," ujar Darman seperti dikutip dari keterangan pers KLHK, Kamis (14/5/2020).

Darman mengatakan masyarakat ditempatkan sebagai subyek dalam pengelolaan kawasan konservasi bersama pengelola kawasan.  Keterikatan masyarakat dengan alam di kawasan konsevasi sudah berjalan sejak mereka berdiam di tempat itu.

Oleh karena itu, kawasan harus perlu kelola dengan baik dan benar, sehingga masyarakat yang ada di dalam atau di sekitarnya dapat merasakan manfaat melalui interaksi yang harmonis.

Dirinya mencontohkan Pulau Kaledupa Taman Nasional Wakatobi, di mana partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan kawasan perairan laut cukup tinggi, namun kurang dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan fasilitasi melalui program peningkatan usaha ekonomi.

Forum Kemitraan Nelayan Desa Horuo dan Desa Mantigola merupakan salah satu kelompok dampingan Balai Taman Nasional Wakatobi yang mengembangkan budidaya lobster mutiara. Kedua desa ini masuk kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II, TN Wakatobi.

Lobster mutiara merupakan hewan konsumsi air laut yang bernilai ekonomis tinggi. Rasa dagingnya gurih dan lezat membuat permintaan pasar yang tinggi baik dari dalam maupun luar negeri. Peluang pembudidayaan pun masih sangat terbuka.

Saat ini budidaya keramba lobster mutiara sudah berjalan selama lebih kurang lima bulan dan direncanakan akan dilakukan panen pada bulan Agustus tahun ini. Peluang bisnis budidaya lobster mutiara cukup menjanjikan.

Forum Kemitraan Nelayan memberi bantuan model sebesar Rp50 juta untuk pembelian bahan bangunan, bibit dan pakan lobster mutiara. Keramba dibangun dan dikelola bersama-sama oleh anggota kelompok masyarakat, baik secara individu ataupun secara gotong-royong.

Bibit yang dilepaskan awalnya berjumlah 115 ekor dengan berat total bibit 25 kg jika dibudidayakan selama 8 bulan maka diproyeksikan mencapai berat 1 kg per satu ekor lobster. Harga pasar lobster mutiara mencapai Rp1,2 juta per kilogram.

Kini, dampak pandemi Covid-19 juga tengah menjadi ancaman bagi kelompok pengelola keramba, terutama terhambatnya akses pasar karena adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Taman Nasional Wakatobi untuk memberi semangat dan dukungan kepada kelompok dalam mengelola keramba.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wakatobi Budidaya Lobster
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top