Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Kesulitan Bayar THR, Ekonom: Pinjaman Lunak Jadi Solusi

Pinjaman lunak jadi soluasi bagi pengusaha yang kesulitan membayarkan THR
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 24 April 2020  |  16:25 WIB
Foto aerial kawasan industri MM2100 di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial kawasan industri MM2100 di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom menilai pemberian pinjaman lunak pada perusahaan khususnya guna memenuhi kewajiban pembayaran THR pada karyawan pada bulan depan saat ini memang menjadi solusi yang tepat kendati dibayangi sejumlah tantangan pula.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan saat ini harapan semua pihak tentu pengusaha tetap akan membayarkan THR kepada pegawainya. Namun, dapat dipahami juga kondisi tekanan cash flow yang defisit sekarang sangat membebani perusahaan.

"THR akan menjadi semacam bantuan tunai bagi pegawai yang masuk di kelompok masyarakat bawah dalam menghadapi wabah covid-19. Namun, THR tidak terlalu berpengaruh bagi pegawai yang dalam level manajerial dan memiliki gaji besar," katanya, Jumat (24/4/2020).

Piter mengemukakan dengan mempertimbangkan hal tersebut pemerintah dapat mengambil jalan tengah dengan memberikan bantuan seperti pinjaman lunak kepada perusahaan guna melaksanakan kewajibannya membayar THR. Khususnya kepada pegawai yang diperhitungkan sangat membutuhkan THR.

Pemberian pinjaman lunak kepada dunia usaha ini dalam bentuk yang bisa berbeda-beda juga dilakukan di banyak negara. Artinya, hal tersebut saat ini menjadi skema yang sangat dibutuhkan.

"Saya kira di Indonesia bentuk atau skimnya bisa umum saja dengan penerbitan surat utang berbunga rendah yang dibeli pemerintah atau bank sentral sebagaiaman sudah dilakukan oleh The Fed," ujar Piter.

Meski demikian, lanjut Piter, tantangannya adalah mengidentikasi perusahaan yang kaya dan berapa besar kebutuhannya. Dengan kata lain, risiko moral hazard sangat besar.

Pasalnya, perusahaan yang tidak berhak jangan sampai ikut memanfaatkan pinjaman. Pada akhirnya, kata Piter, tentu semua pihak tidak ingin terulang kembali permasalahan seperti BLBI dahulu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha pinjaman thr
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top