Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gula Masih Tinggi, Ini Strategi Kemendag

Kementerian Perdagangan bakal melakukan intervensi dari sisi pasokan dan harga untuk mengamankan harga gula konsumsi.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 23 April 2020  |  20:08 WIB
Seorang pedagang di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengecer gula pasir ke dalam bentuk kemasan satu kilogram sebelum dijual ke konsumen, Minggu (5/4/2020). - Antara/Teuku Dedi Iskandar\n
Seorang pedagang di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengecer gula pasir ke dalam bentuk kemasan satu kilogram sebelum dijual ke konsumen, Minggu (5/4/2020). - Antara/Teuku Dedi Iskandar\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan menginstruksikan 10 pabrik gula rafinasi yang mendapat tugas realokasi gula mentah menjadi gula kristal putih (GKP) konsumsi. untuk melepas produk tersebut dengan harga Rp11.200 per kilogram ke distributor.

Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto kala menghadiri rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (24/4/2020). Seperti diketahui, 10 pabrik gula rafinasi itu mendapatkan tugas mengolah GM menjadi GKP konsumsi sebanyak 250.000 ton.

Suhanto mengatakan penetapan itu dilakukan agar gula dapat dijual sesuai harga eceran tertiinggi (HET) di tingkat konsumen.

"Kami membuat kesepakatan dengan para produsen agar menjual gula ke distributor setinggi-tingginya Rp11.200 per kilogram. Harapan kami dengan demikian distributor akan menjual pengecer akhir paling tinggi Rp12.000 dan bisa menjual harganya dengan HET," kata Suhanto, Kamis (23/4/2020).

Dia pun menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para distributor. Selain itu, mulai hari ini Kemendag pun mulai melakukan pengawasan distribusi gula penugasan ini dengan menggandeng Satgas Pangan Polri.

Harga rata-rata gula secara nasional terpantau masih tinggi. Kementerian Perdagangan mencatat harga komoditas tersebut masih berkisar di level Rp18.000 per kilogram.

Guna memastikan pasokan dapat segera normal dan harga dapat mencapai HET, Suhanto mengatakan Kemendag telah mengeluarkan persetujuan impor (PI) gula kristal mentah yang diolah menjadi gula konsumsi tahun 2020 sebesar 683.972 ton. Realisasi sampai saat ini terpantau berjumlah 283.172 ton atau 41,40 persen dari PI yang telah terbit.

Dia menjelaskan bahwa Kemendag pun telah mengeluarkan penugasa impor GKP untuk 3 perusahaan pelat merah yakni Perum Bulog, PT PPI (Persero), dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dengan total volume 150.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula gula impor harga gula
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top