Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Picu Dunia Krisis Pangan, Jokowi : Hitung Ketersediaan Beras

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan bahwa Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) telah memperingatkan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) dapat membawa dunia kepada krisis pangan. Dia pun meminta jajarannya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di dalam negeri.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 21 April 2020  |  12:30 WIB
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan bahwa Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) telah memperingatkan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) dapat membawa dunia kepada krisis pangan. Dia pun meminta jajarannya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di dalam negeri.

Dalam kondisi saat ini setiap negara produsen beras akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri masing-masing. Selain itu rantai pasokan bahan pangan juga akan terganggu dengan penerapan kebijakan lockdown di sejumlah negara.

“Oleh sebab itu saya ingin menekankan yang pertama pastikan ketersediaan bahan pokok, hitung yang betul berapa produksi beras kita,” kata Presiden membuka rapat terbatas mengenai antisipasi kebutuhan pokok melalui video conference, Selasa (21/4/2020).

Presiden meminta perhitungan tersebut dilakukan secara detil dan cermat. Produksi beras dalam negeri saat memasuki musim kemarau harus dikalkukasikan dengan kebutuhan masyarakat.

Presiden pun dalam kesempatan itu juga meminta satgas pangan dan kepolisian berkerja sama untuk memastikan kelancaran rantai pasokan. Distribusi harus dipastikan sesuai dengan pergerakan kebutuhan masyarakat.

Jangan sampai ada praktik-praktik yang tidak tidak sehat. Hal ini akan merugikan petani dan juga masyarakat secara luas.

Jokowi mengatakan bahwa dirinya masih menemukan kenaikan harga bahan pokok di lapangan. “Minggu kedua April saya lihat yang masih naik harga daging sapi, cabe rawit, cabe merah, bawang merah, bawang putih, gula, dan harga yang turun daging ayam,” kata Presiden.

Selain itu kenaikan juga terjadi pada harga beras yang saat ini naik 0,4 persen. Padahal pada saat yang sama harga gabah mengalami penurunan 5 persen.

Presiden menilai pasti ada permasalahan di lapangan terkait hal tersebut. Logikanya saat harga gabah kering turun, seharusnya harga beras juga mengikutinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras krisis pangan covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top