Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Imbas Corona, Devisa Pariwisata Bakal Anjlok 50 Persen

Pada tahun lalu penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencapai US$20 miliar. Namun, karena pandemi virus Corona, maka realisasinya pada tahun ini diproyeksi turun signifikan. 
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 16 April 2020  |  13:36 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pemaparan dalam konferensi pers BNI Java Jazz Festival 2020 di Jakarta, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pemaparan dalam konferensi pers BNI Java Jazz Festival 2020 di Jakarta, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio memprediksi penerimaan devisa dari sektor pariwisata pada tahun ini akan anjlok jika dibandingkan realisasi pada tahun lalu. 

Wishnutama mengungkapkan pada tahun lalu penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencapai US$20 miliar. Namun, karena pandemi virus Corona atau Covid-19, maka penerimaan devisa pada tahun ini diproyeksi turun signifikan. 

“Kalau bicara tahun ini, perkiraan dengan asumsi Juni sudah recovery, itu mungkin potensi dari devisa saja kurang lebih tahun lalu US$20 miliar dari pariwisata. Mungkin tahun ini bisa sekitar separuhnya atau kehilangan lebih dari separuh devisa dari sektor pariwisata,” kata Wishnutama seusai usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (16/4/2020). 

Lebih lanjut, dia menyatakan merosotnya penerimaan devisa dari sektor pariwisata itu tak terlepas dari faktor menurunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Pada tahun lalu dia mengungkapkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 16 juta wisatawan.

“Tahun ini diperkirakan sekitar 5 juta wisatawan. Semua ini tergantung kapan ini [pandemi virus Corona] berhenti,” ujarnya. 

Menurutnya, sektor pariwisata diprediksi bisa kembali bergairah setelah pandemi Covid-19 berakhir. Namun, dia menyatakan peningkatannya tidak akan bisa terjadi langsung begitu saja, tetapi membutuhkan proses dan terjadi secara bertahap. 

“Kita harus kembalikan lagi konektivitas pesawat. Dulu, misalnya, ada 10 pesawat Garuda Indonesia ke luar negeri, sekarang kita mesti balikin lagi satu-satu. Enggak bisa langsung jebret,” jelasnya. 

Apabila pandemi Covid-19 bisa segera reda, Wishnutama memprediksi sektor pariwisata bisa kembali bangkit pada tahun depan. Dia pun mengimbau para pelaku industri sektor pariwisata untuk tetap optimistis dan meyakini bahwa industri pariwisata bisa lebih baik setelah pandemi ini berkahir. 

“Yang penting kita bisa melalui ini dengan baik. saya justru meyakini, karena kita mengalami proses luar biasa. Justru sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa ebih baik dari sebelumnya, karena kita banyak belajar menghadapi tantangan ini,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata devisa Virus Corona
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top