Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cara Tentukan Jumlah Angsuran PPh Pasal 25 yang Didiskon

pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30% dari yang seharusnya terutang untuk setiap masa pajak ditentukan berdasarkan empat metode.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 09 April 2020  |  05:13 WIB
Sejumlah wajib pajak melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru I, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah wajib pajak melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru I, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terbitkan petunjuk pelaksanaan pemanfaatan insentif pajak pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30%.

Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran No. SE-19/PJ/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 23/2020.

Dalam SE, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30% dari yang seharusnya terutang untuk setiap masa pajak ditentukan berdasarkan empat metode.

Pertama, berdasarkan penghitungan angsuran PPh Pasal 25 sesuai dengan SPT Tahunan 2019. Kedua, berdasarkan besarnya angsuran PPh Pasal 25 masa pajak Desember 2019 bagi WP yang belum menyampaikan SPT Tahunan 2019.

Ketiga, berdasarkan keputusan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 dalam hal WP mengajukan permohonan pengurangan angsuran karena penurunan kondisi usaha. Keempat, berdasarkan penghitungan angsuran berdasarkan PMK mengenai angsuran PPh yang harus dibayar oleg WP baru, bank, BUMN/BUMD, WP bursa, WP lainnya yang diwajibkan membuat laporan keuangan secara berkala, dan WP OP pengusaha tertentu.

Dalam menyampaikan pemanfaatan insetif ini, WP cukup mengajukan pemberitahuan melalui DJP Online. Bila dinyatakan berhak ataupun tidak berhak, DJP Online akan menyampaikan notifikasi.

Apabila dinyatakan tidak berhak, WP dapat menyampaikan kembali pemberitahuan pemanfaatan insetif melalui DJP Online sepanjang klasifikasi lapangan usaha (KLU) sudah sesuai atau telat ditetapkan sebagai WP kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). Insentif diskon angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30% ini berlaku untuk industri yang tercakup dalam 102 KLU terlampir.

Insentif ini berlaku sejak masa pajak pemberitahuan pemanfaatan hingga masa pajak September 2020.

Khusus untuk WP KITE yang penetapan perusahaan KITE-nya dicabut, pengurangan angsuran berakhir sampai masa pajak dilakukannya pencabutan keputusan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak pph
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top