Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini yang Diperlukan Maskapai Selain Pengurangan Beban Fiskal dan Biaya

Perusahaan maskapai Indonesia dinilai perlu dilibatkan dalam proses pengiriman barang bantuan kesehatan dari negara lain, untuk memerangi wabah corona.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  17:49 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Industri penerbangan dinilai perlu diberi peran penting dalam penanganan wabah corona sebagai salah satu upaya mengurangi beban maskapai yang saat ini sedang mengalami tekanan di luar pengurangan beban fiskal dan beban biaya lain yang mesti ditanggung.

Pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (JAPRI) Gerry Soejatman menjelaskan hal itu dapat dilakukan melalui pengambilan peralatan kesehatan oleh maskapai Indonesia, khususnya protective equipment seperti yang saat ini beberapa kali diambil dari China.

Gery menyarankan kebijakan itu sebaiknya dilelangkan kepada maskapai yang belum atau tidak memiliki izin rute ke China. Untuk merealisasikannya sebaiknya diberikan kemudahan oleh Kementerian perhubungan dan Kementerian Luar Negeri. Mengingat distribusi alat kesehatan tersebut juga akan dibutuhkan secara cepat.

Selain itu, pemerintah sebaiknya memberikan keringanan perizinan bagi pesawat penumpang untuk bisa membawa kargo alat kesehatan (dari sisi izin usaha) selama musim wabah darurat nasional.

“Maskapai di luar negeri pun pada mencoba untuk bertahan dengan mengangkut kargo meskipun menggunakan pesawat penumpang. Namun dengan izin pengecualian khusus jika diperlukan,” jelasnya, Senin (30/3/2020).

Sementara itu, sambungnya, dari sisi beban fiskal dapat dilakukan sejumlah pembebasan untuk bea masuk komponen suku cadang hingga penundaan PPh.

Tak hanya itu, ujarnya, fasilitas keringanan biaya, seperti pencicilan beberapa komponenn biaya bandara atau navigasi hingga biaya bandara pun, sebaiknya diberikan penurunan long term parking charges untuk penyimpanan pesawat di bandara.

“Untuk sementara itu yang bisa dilakukan oleh dan untuk industri. Sekarang yang penting adalah burden relief. Kalau mau lebih ya sudah masuk ke ranah bantuan keuangan langsung [direct financial aid ]dan itu akan menjadi polemik besar,” tekannya.

Di sisi lain saat ini juga diperlukan kebijakan darurat untuk menghentikan kericuhan masalah refund tiket yang memperjelas masalah refund melalui agen perjalanan daring dan maskapai. Hal ini supaya memberikan kejelasan bagi konsumen terkait dengan hak dan kewajiban mereka.

Gerry berpendapat pemulihan pasca wabah untuk industri penerbangan dan juga pariwisata sangat bergantung dengan penganganan pemerintah mengenai wabah ini. Dia menekankan makin cepat pemerintah melewati puncak wabah semakin cepat industri ini bisa pulih.

Hal itu membuat negara yang bisa mengkomunikasikan penanganan wabahnya dan pemulihannya, akan menjadi negara yang punya keuntungan besar di sektor transportasi dan pariwisata pascawabah virus corona ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top