Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masih Ada Perusahaan Leasing Belum Longgarkan Cicilan Ojol

Asosiasi Driver Online mengatakan masih ada perusahaan leasing yang belum melakukan pelonggaran cicilan dengan dalih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  17:26 WIB
Pengemudi ojek online melintas di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengemudi ojek online melintas di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Driver Online menyebutkan masih adanya sejumlah perusahaan pembiayaan (leasing) yang belum melakukan relaksasi tehadap kredit cicilan yang mesti ditanggung oleh pengemudi transportasi.

Ketua Umum Asosiasi Driver Online Wiwit Sudarsono menjelaskan sejumlah perusahaan pembiayaan yang telah memberikan kelonggaran cicilan kredit bermotor diantaranya Astra Credit Companies (ACC), KLIPAN, Mandiri Tunas Finance, BRI Finance.

“Sudah ada yang memberikan relaksasi atau skip angsuran tetapi baru beberapa leasing, belum semuanya. Kami menyambut baik pelaksanaan relaksasi tersebut, dikarenakan saat ini Driver online mengalami penurunan pendapatan hingga 80 persen,”jelasnya, Senin (30/3/2020).

Dia mengharapkan kedepannya masih ada sejumlah perusahaan pembiayaan yang mengikuti langkah restrukturisasi tersebut. Menurutnya masih ada perusahaan yang belum melakukannya dengan dalih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Wiwit juga menilai masih banyak perusahaan pembiayaan yang mencari celah untuk tidak memberikan relaksasi. Dia mencontohkan bagi pengemudi yang saat pengajuan awal kredit kendaraan untuk kepentingan pribadi atau konsumtif dan bukan untuk transportasi daring. Alhasil mereka enggan memberikan relaksasi.

Padahal kelonggaran tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar masyarakat yang terdampak Covid-19 mendapatkan relaksasi. terutama kepada Taksi Online, Ojek Online dan UMK.

Para pengemudi dan asosiasi pengemudi transportasi daring telah memperoleh surat edaran Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang ditandatangani oleh ketua umum Suwandi Wiratno dan Sekjen Sigit Sembodo menyebutkan dapat memahami penyebaran wabah Virus Corona (COVID-19) berdampak terhadap  perekonomian nasional yang juga dapat mempengaruhi kondisi keuangan saat ini.

Untuk itu sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) APPI bersama-sama dengan seluruh  anggota perusahaan pembiayaan menawarkan restrukturisasi (keringanan) bagi yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat penyebaran virus Corona. 

Adapun jenis restrukturisasi (keringanan) yang ditawarkan antara lain perpanjangan jangka waktu; penundaan sebagian pembayaran; dan/atau, jenis restrukturisasi (keringanan) lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan.

Pengajuan permohonan restrukturisasi (keringanan) dapat dilakukan oleh masyarakat yang  terkena dampak penyebaran virus Corona dengan sejumlah syarat yakni terkena dampak langsung Covid-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp10 miliar; pekerja sektor informal dan/atau pengusaha UMKM; tidak memiliki tunggakan sebelum 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan darurat wabah corona; pemegang unit kendaraan/jaminan; dan kriteria lain yang ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan.

Tata cara pengajuan restrukturisasi (keringanan) berlaku mulai tanggal 30 Maret 2020 dan dapat  dilakukan dengan cara pengajuan permohonan restrukturisasi (keringanan). Pengajuan dapat dilakukan dengan cara mengisi  formulir yang dapat diunduh melalui laman resmi perusahaan pembiayaan; pengembalian formulir dilakukan melalui email; persetujuan permohonan restrukturisasi (keringanan) akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing Virus Corona Ojek Online
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top