Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asyik! Driver Ojol Bisa Libur Bayar Angsuran Kendaraan

Seluruh anggota perusahaan pembiayaan menawarkan restrukturisasi (keringanan) bagi yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat penyebaran virus corona.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  17:21 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (30/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (30/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Transportasi Roda Dua Indonesia (Garda) membenarkan adanya penangguhan pembayaran angsuran kendaraan bermotor yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan pembiayaan atau leasing.

Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono mengatakan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) telah mengeluarkan surat edaran atas penangguhan kepada seluruh perusahaan pembiayaan. Adapun, surat edaran tersebut efektif berlaku pada hari ini.

“Betul, leasing sudah melakukan penangguhan angsuran kendaraan bermotor. Kami apresiasi mengenai hal ini,” jelasnya, Senin (30/3/2020).

Namun, untuk realisasinya dia akan mengawasi pelaksanaannya di lapangan. Selain itu, asosiasi yang menaungi pengemudi ojek online (ojol), akan menerima aduan dan memediasi apabila pada proses eksekusi penagihan ataupun penarikan objek kredit kendaraan bermotor dari rekan-rekan ojol. Hal tersebut dapat dilakukan setelah semua prosedur sudah lengkap.

Berdasarkan surat edaran APPI yang ditandatangani oleh Ketua Umum Suwandi Wiratno dan Sekjen Sigit Sembodo, penyebaran wabah virus corona (Covid-19) berdampak terhadap perekonomian nasional yang juga dapat mempengaruhi kondisi keuangan saat ini.

Sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), APPI bersama dengan seluruh anggota perusahaan pembiayaan menawarkan restrukturisasi (keringanan) bagi yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat penyebaran virus corona.

Adapun, jenis restrukturisasi yang ditawarkan antara lain perpanjangan jangka waktu; penundaan sebagian pembayaran; dan/atau, jenis keringanan lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan.

Pengajuan permohonan restrukturisasi dapat dilakukan oleh masyarakat yang terkena dampak penyebaran virus corona dengan persyaratan terkena dampak langsung dengan nilai pembiayaan di bawah Rp10 miliar; pekerja sektor informal dan/atau pengusaha UMKM; tidak memiliki tunggakan sebelum 2 Maret 2020 saat pemerintah mengumumkan virus corona; pemegang unit kendaraan / jaminan; dan kriteria lain yang ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Ojek Online
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top