Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dihantam Corona, Apartemen Mewah di Hong Kong Turun Harga

Para pemilik apartemen di Hong Kong saat ini memangkas harga sewa apartemen hingga 20 persen di wilayah dataran tinggi seperti di Kowloon Barat sebagai salah satu wilayah elite.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  12:34 WIB
Pemandangan Hong Kong pada malam hari. - Bloomberg/Brent Lewin
Pemandangan Hong Kong pada malam hari. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA – Punya rencana tinggal di apartemen termahal di dunia? Sekaranglah saatnya. Pasalnya, wabah virus Corona membuat harga sewa apartemen mewah di Hong Kong terpaksa turun harga. 

Hal ini disebabkan para warga kelas atas di Hong Kong menunda untuk melakukan sewa karena proyeksi ekonomi baik di Hong Kong maupun global yang masih melemah.

Senior Sales Manager Midland Realty Arthur Chui mengatakan bahwa pemilik apartemen saat ini memangkas harganya hingga 20 persen di wilayah dataran tinggi seperti di Kowloon Barat. Saat ini jumlah perusahaan yang mencari hunian untuk karyawan asingnya mengalami penurunan tajam.

"Sebelumnya, permintaan untuk tempat tinggal karyawan asing punya pangsa paling besar. Namun, pasar saham yang masih bergejolak membawa tekanan pada pemodalan pemilik apartemen," ungkap Chui, dilansir Bloomberg, Senin (30/3/2020).

Chui menambahkan, meskipun pasar sewa tidak menjadi pasar yang signifikan, tetapi masih lebih baik jika propertinya tetap terisi daripada kosong sama sekali.

Aksi unjuk rasa anti-pemerintah yang dimulai tahun lalu, ditambah dengan wabah Covid-19 membuat perekonimian Hong Kong mengalami resesi. Indeks acuan Hang Seng melorot ke level terendah sejak 2016 pada awal Maret ini, dibarengi dengan tingkat pengangguran yang melejit ke level tertinggi untuk hampir satu dekade.

Apartemen tiga kamar tidur di Kowloon Barat disewakan dengan harga US$4.130 per bulan baru-baru ini. Harga yang ditawarkan itu 20 persen lebih murah dari yang ditawarkan pada bulan-bulan sebelumnya.

Properti di wilayah tersebut merupakan salah satu yang paling mewah di Hong Kong. Para penyewa dimanjakan dengan fasilitas yang ada seperti bisa pergi ke gedung pencakar langit tertinggi di Hong Kong dengan berjalan kaki, atau berbelanja barang mewah merk Prada dan Louis Vuitton, serta dekat dengan berbagai hotel dan restoran mewah. 

Selain itu, wilayah tersebut juga sudah lengkap dan dekat dengan fasilitas stasiun kereta cepat yang terhubung langsung ke China.

Selain di Kowloon Barat, wilayah hunian mewah yang jadi favorit ekspatriat di sekitar Victoria Harbour juga mengalami penurunan harga sewa. Harga di Soho dan Sheung Wan mengalami penurunan masing-masing 7,3 persen dan 6 persen dari tahun sebelumnya.

Menurut laporan platform sewa properti Spacious, angka tersebut melampaui penurunan harga yang diproyeksikan pemain di sektor properti dengan jumlah 5,1 persen. 

Adapun, harga untuk menyewa apartemen seluas 500 kaki persegi dengan dua kamar tidur di Hong Kong pada Februari lalu berada di kisaran 17.700 dolar Hong Kong atau sekitar US$2.283.

Di samping kekhawatiran akan kondisi perekonomian saat ini, pemberlakukan aturan social distancing dalam sebulan terakhir juga berkontribusi pada penurunan aktivitas sewa.

COO Spacious James Fisher menyebutkan kemungkinan orang untuk mencari hunian baru di tengah kondisi ini sangat kecil, bahkan hampir tidak mungkin. Meskipun bisa menjelajah dengan internet, pun tetap ada batasannya.

"Jika kondisi ini berlangsung hingga tiga atau empat bulan ke depan, kemungkinan akan ada penurunan harga di seluruh sektor sampai 10 persen," ungkap Fisher.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti apartemen hong kong Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top