Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Mewabah, Ada Pengembang Cuek Lanjutkan Proyek

Tak semua pengembang menghentikan sementara proyek-proyeknya lantaran permintaan akan properti diklaim belum surut sehingga masih bisa ditangani.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  20:29 WIB
Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan bersubsidi di Taktakan, Serang, Banten, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Asep Fathulrahman
Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan bersubsidi di Taktakan, Serang, Banten, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah semakin mewabahnya virus corona, sejumlah pekerjaan konstruksi baik infrastruktur maupun properti memutuskan untuk menghentikan pengerjaannya sementara, setidaknya selama 2 pekan.

Namun, tak semua pengembang melakukan hal itu lantaran permintaan akan properti yang nyatanya belum surut dan terkait dengan kondisi yang dirasa masih bisa ditangani.

CEO Delta Group sekaligus Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Endang Kawidjaja mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan pengerjaan proyek-proyek yang sedang berjalan.

“Setahu saya karena SSB [subsidi selisih bunga] dan SBUM [subsidi bantuan uang muka] ada lagi, kredit yasa griya [KYG] jadi dibuka lagi. Jadi kalau di proyek kami masih jalan terus,” katanya kepada Bisnis, Rabu (25/3/2020).

Endang juga mengaku, di lapangan tidak mencatatkan penurunan penjualan yang berarti. Dampak dari wabah corona dinilai belum banyak memengaruhi permintaan rumah subsidi. Hal ini yang membuat pengembang terus melaksanakan pembangunan.

“Proyek Delta Group di lima lokasi itu penjualan ada yang tidak turun, turun itu paling banyak 20 persen di Bogor. Di Cilegon tidak turun, Serang juga. Cilegon pengunjungnya turun tapi penjualannya tetap. Kalau di Serang semuanya normal,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk. Stefanus Ridwan juga mengaku belum mempertimbangkan untuk menghentikan pengerjaan proyek yang sedang berjalan.

"Kalau sudah berjalan susah ya, apalagi pekerjanya banyak. Sementara belum ada keputusan berhenti dan karena tidak ada [proyek baru] yang di Jakarta juga," kata Stefanus.

Adapun, Stefanus mengatakan bahwa penundaan diberlakukan untuk proyek yang masih dalam rencana pembangunan dan peluncuran. "Ini kami tunggu sampai kondisi membaik lagi," imbuhnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan pengembang properti Virus Corona
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top