Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Moratorium Proyek

Pengembang menyatakan pengerjaan proyek properti hingga saat ini masih tetap berjalan hingga adanya keputusan resmi dari pemerintah untuk melakukan penghentian sementara proyek konstruksi.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  11:07 WIB
Pengerjaan proyek apartemen. - Ilustrasi
Pengerjaan proyek apartemen. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia terancam membuat proyek properti ditunda untuk sementara.

Penundaan pengembangan proyek dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona di kalangan pekerja proyek, terlebih pemerintah telah menerapkan jaga jarak sosial (social distancing) dan anjuran lain untuk menghentikan laju penyebaran virus di masyarakat.

Selain itu, Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) juga turut melayangkan surat ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono agar dapat menangguhkan dahulu pengerjaan proyek kontruksi selama 15 hari sampai 30 hari di proyek yang wilayahnya terdampak virus corona.

Sekretaris Perusahaan PT Urban Jakarta Propertindo Tbk., Tri Rachman Batara mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi dari kontraktor di lapangan terkait pengerjaan proyek apakah terus berjalan atau tidak di tengah kondisi saat ini.

"Belum ada info lain dari kontraktor kami [soal rencana penghentian proyek]," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (24/3/2020).

Perusahaan dengan kode emiten URBN itu saat ini tengah mengembangkan proyek transit oriented development (TOD) Urban Signature seluas 11,5 hektare di Ciracas, Jakarta Timur, yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Selain itu, proyek Urban Sky di Cikunir seluas 12.650 meter persegi yang terdiri dari 2 menara apartemen dengan tinggi 32 lantai yang target penyelesaian pada 2021.

Lalu, Gateway Park of LRT City di Jaticempaka, Bekasi, yang dikembangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Proyek ini terdiri dari 5 menara apartemen setinggi 16 lantai. Dalam catatan perseroan, progres proyek ini sudah mencapai 92,94 persen.

Kemudian, proyek Urban Suites di Caman, Bekasi, berupa apartemen tiga menara seluas 7.946 meter persegi yang dilengkapi area komersil dengan target penyelesaian 2022.

Tri mengatakan bahwa untuk proyek Urban Suites sampai sejauh ini belum ada penundaan pengerjaan proyek. Rencananya, proses pengembangan akan tetap mulai dilakukan pada April mendatang. Namun, rencana itu masih kondisional sesuai dengan perkembangan terbaru ke depan.

"Sampai saat ini kami masih mengharap semuanya berjalan sesuai rencana dan belum dapat memastikan dampak seperti pengunduran waktu launching dan lainnya," imbuhnya.

Tri mengungkapkan bahwa pihak kontraktor di lapangan juga sudah melakukan langkah-langkah terkait upaya pencegahan penularan atau penyebaran virus corona sesuai anjuran pemerintah.

Hal itu dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus corona agar tak semakin meluas termasuk di lingkungan para pekerja proyek URBN.

"Jika kondisi darurat ini cepat berakhir, kami masih melihat kemungkinan semua berjalan sesuai rencana awal," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti kontraktor pengembang properti Virus Corona
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top