Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Buka Opsi Perlebar Defisit Anggaran di Atas 3 Persen

Defisit anggaran meningkat penurunan penerimaaan negara yang terjadi akibat pandemi virus corona (Covid-19)
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  18:24 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyakasikan Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mempraktikkan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyakasikan Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mempraktikkan "salam Corona" di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (12/3/2020). - Asdep KIP Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah telah mempertimbangkan untuk meningkatkan defisit anggaran di atas 3 persen dari PDB untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah telah mengusulkan agar pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang merevisi UU Keuangan Negara.

Secara spesifik Said mengusulkan agar batas defisit anggaran dalam UU tersebut diubah dari 3 persen PDB menjadi 5 persen PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya terbuka terkait relaksasi defisit anggaran. Namun, peningkatan defisit anggaran menjadi di atas 3 persen PDB harus dilaksanakan secara prudent dengan memperhitungkan dampak jangka menengah panjangnya.

Sri Mulyani mengatakan saat ini yang sedang dilakukan Kementerian Keuangan adalah mengidentifikasi seluruh opsi perubahan yang ada.

"Kita tidak lagi membatasi diri dengan UU, kita fokus ke masyarakat dan mengurangi sekecil mungkin risiko kebangkrutan," ujar Sri Mulyani, Selasa (24/3/2020).

Dengan dukungan pelebaran defisit, belanja pemerintah ke depan akan difokuskan pada belanja bidang kesehatan, bantuan sosial (bansos), hingga stimulus kepada sektor-sektor perekonomian yang terdampak.

Merujuk pada APBN 2020, defisit anggaran pada awalnya dipatok di angka 1,76 persen PDB. Namun, defisit anggaran pun terpaksa meningkat hingga 2,5 persen PDB akibat tertekannya penerimaan karena Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anggaran apbn sri mulyani Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top