Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Jadwal Penyesuaian Operasional Transportasi Massal di Jabodetabek

Pada prinsipnya operasional angkutan umum massal tetap berlangsung tetapi dikurangi frekuensi dan rute dengan tujuan untuk mengurangi pergerakan orang di wilayah Jabodetabek.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  08:38 WIB
Suasana didalam bus transjakarta sepi penumpang di Cibubur, Jakarta, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Suasana didalam bus transjakarta sepi penumpang di Cibubur, Jakarta, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Penyesuaian operasi angkutan umum massal di Jabodetabek mulai dilakukan pada Senin (23/2/2020) sejalan dengan kebijakan memperketat mobilitas masyarakat di Jabodetabek untuk mengurangi resiko penularan virus corona covid-19.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti menyampaikan jika pada prinsipnya operasional angkutan umum massal tetap berlangsung tetapi dikurangi frekuensi dan rute dengan tujuan untuk mengurangi pergerakan orang di wilayah Jabodetabek.

Polana juga meminta kepada masyarakat yang masih melakukan mobilitas menggunakan angkutan umum massal dapat menyesuaiakan diri dengan perubahan pola operasi.

“Selain penyesuaian operasional, angkutan umum massal di Jabodetabek tetap akan menjalankan mekanisme social distancing sehingga volume penumpang dalam setiap operasional akan berkurang,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (23/2/2020).

Selain itu, bagi masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi, Polana menyebutkan jika terpaksa harus melakukan mobilitas akan lebih baik memanfaatkan kendaraan pribadi.

Informasi mengenai penyesuaian pola operasi angkutan umum massal oleh masing-masing operator disebarluaskan diantaranya melalui akun media sosial masing-masing.

Oleh karena itu masyarakat khususnya pengguna angkutan umum massal diminta untuk membangun kebiasaan mengakses informasi melalui akun-akun resmi para operator angkutan umum massal diantaranya @commuterline untuk PT. Kereta Commuter Indonesia, @mrtjkt untuk MRT Jakarta, @lrtjkt untuk LRT Jakarta dan @pt_transjakarta untuk TransJakarta. Selain itu masyarakat dapat pula mengakses akun resmi BPTJ melalui @bptjkemenhub yang akan me-reposting setiap perkembangan pola operasi angkutan umum massal yang dilakukan oleh para operator.

Adapun penyesuaian pola operasi ya.g dilakukan mulai Senin 23/3/2020, diantaranya:

Operasional MRT Jakarta yang disesuaikan:

MRT Jakarta akan beroperasi mulai pukul 06.00 s.d. 20.00 WIB. Jarak antar kereta (headway) tiap 5 (lima) menit untuk jam sibuk ( pukul 07.00 – 09.00 WIB dan 17.00 – 19.00 WIB). Headway tiap 10 menit untuk jam non sibuk (09.00 -17.00 WIB dan 19.00 – 20.00 WIB).

MRT Jakarta juga akan melakukan pengetatan penerapan personal hygiene dan social distancing, pengelolaan antrian penumpang yang baik serta pembatasan jumlah penumpang 60 orang per kereta (gerbong) atau 360 orang per satu rangkaian kereta.

Sebagai bagian dari upaya bersama menekan laju penyebaran COVID-19, PT. MRT Jakarta (perseroda) juga akan tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus corona Covid 19 seperti pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang, penyediaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di seluruh stasiun serta mengimbau calon penumpang untuk senantasia menjaga kesehatan dan kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan, membatasi bepergian hanya untuk kebutuhan mendesak, dan kenakan masker jika dalam kondisi kurang sehat/sakit.

Untuk operasional KRL Commuter Line yang akan mengalami penyesuain sebagai berikut :

Jam operasional seluruh lintas/rute KRL adalah mulai pukul 06:00 – 20.00 WIB, mengoperasikan 713 perjalanan KRL;

Jarak antar kereta/headway :

Lintas Bogor/Depok – Jakarta Kota PP : Headway pada pagi dan sore hari 10-15 menit.

Lintas Bogor/Depok/Nambo – Angke/Jatinegara PP : Headway pada pagi dan sore hari 10-15 menit.

Untuk lintas lain yaitu, Bekasi – Jakarta Kota PP; Maja/Parungpanjang/Serpong - Tanah Abang PP; Tangerang - Duri PP dan; Tanjungpriok - Jakarta Kota PP : Headway pada pagi dan sore hari 15-30 menit.

Untuk relasi Rangkasbitung - Tanahabang dan Cikarang - Jakarta Kota sesuai jadwal eksisting dengan jam operasional 06:00 - 20:00 WIB.

Dalam penyesuaian operasional KRL ini, melayani dengan sebagian besar rangkaian kereta formasi 12 (sf 12) ataupun formasi 10 (sf 10), agar tetap dapat mengupayakan social distancing saat menggunakan transportasi publik.

Operasional LRT yang disesuaikan: 

Untuk operasional LRT Jakarta akan dimulai pukul 06.00 – 20.00 WIB dengan headway 10 menit. Pembatasan penumpang juga akan dilakukan perkereta untuk 30 orang dan 60 orang per rangkaian.

Operasional TransJakarta yang disesuaikan: 

Sementara penyesuaian layanan TransJakarta untuk jam operasional 06.00 s.d. 20.00 WIB dengan hanya melayani rute BRT. Untuk pembatasan jumlah pelanggan terdiri dari 60 orang untuk bus gandeng dan 30 orang untuk bus besar).

TransJakarta juga meminta kepada penumpang untuk selalu menjaga jarak antar pelanggan minimal 1 lencang tangan.

Lebih lanjut TransJakarta kembali menekankan jika lebih baik berderet di ruang terbuka daripada berdesakan di dalam halte dan bus. Untuk layanan Mikrotrans, Non BRT (Non Koridor), RoyalTrans, AMARI dan rusun akan dihentikan mulai Senin 23 Maret 2020

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt transjakarta krl Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top